Arsjad Rasjid: Keadilan Ekonomi sebagai Pilar Perdamaian
Di sesi berbeda, Arsjad Rasjid, Ketua Umum KADIN Indonesia, menghadirkan perspektif segar tentang perdamaian dari sudut pandang ekonomi. Menurutnya, ketimpangan ekonomi adalah akar dari banyak konflik. "Ekonomi tanpa kemanusiaan adalah bentuk konflik yang tersembunyi," ujarnya. Sebagai Ketua DMI Bidang Kewirausahaan, Arsjad mendorong peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Melalui 5P Global Movement yang diinisiasinya, ia menyerukan dunia usaha untuk aktif menjadi bagian dari solusi masalah kemanusiaan.
Harmoni Tiga Pilar: Negara, Agama, dan Dunia Usaha
Kolaborasi ketiga tokoh Indonesia ini menciptakan sebuah harmoni yang powerful. Mereka membuktikan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama, bukan monopoli politisi, rohaniwan, atau pengusaha saja. Diplomasi moral Jusuf Kalla, spiritualitas damai Nasaruddin Umar, dan etika ekonomi Arsjad Rasjid berpadu menjadi satu suara yang menggema. Seorang peserta dari Eropa Timur bahkan menyebut Indonesia sebagai "cermin dari masa depan dunia yang plural, tetapi damai."
Forum perdamaian di Roma mungkin telah berakhir, namun pesan yang dibawa oleh tiga tokoh Indonesia ini menjadi panggilan baru bagi dunia untuk terus berani mempercayai dan membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Meikarta Bergerak: Proyek Rusun Rp39 Triliun Diharapkan Pacu Ekonomi dan Tekan Backlog
Gaza Berduka: 37 Nyawa Melayang dalam Serangan Udara yang Mengguncang
Kemnaker Tegaskan: Belum Ada Keputusan BSU Cair Lagi di 2026
Prabowo Gebrak Himbara, Direksi Bank BUMN Bakal Diganti Total