Prabowo Bakal Bahas Khusus Utang Kereta Cepat Whoosh, Menko Airlangga Ungkap Rencana
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan membahas secara khusus masalah utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Pernyataan ini disampaikan usai rapat terbatas dengan presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pembahasan Khusus Utang Whoosh dengan Presiden Prabowo
Airlangga menegaskan bahwa masalah pembiayaan Whoosh akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah baru. "Itu nanti dibahas khusus," ujar Airlangga kepada media. Ia kembali menekankan, "Ada pembahasan khusus dengan Presiden Prabowo" mengenai proyek kereta cepat tersebut.
Profil Investasi dan Pembiayaan Kereta Cepat Whoosh
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mencatatkan investasi sebesar USD 7,27 miliar atau setara Rp 120,38 triliun. Sebanyak 75% pembiayaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan suku bunga 2% per tahun.
Update Penyidikan KPK Terkait Dugaan Korupsi Whoosh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada kendala signifikan dalam penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Indonesia-China Whoosh. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan proses penyelidikan berjalan progresif dan positif sejak awal 2025.
"Sejauh ini tidak ada kendala. Penyelidikan masih terus berprogres. Kami minta diberikan ruang dan waktu agar proses penegakan hukum ini bisa berjalan firm," jelas Budi Prasetyo.
Tahap Penyidikan dan Peran Masyarakat
KPK menegaskan bahwa perkara Whoosh masih dalam tahap penyelidikan sehingga detail kasus belum dapat diungkap ke publik. Institusi antikorupsi ini juga belum dapat mengumumkan pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.
KPK mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data atau informasi terkait dugaan korupsi proyek Whoosh. Partisipasi publik dinilai sangat penting untuk memperkaya bahan penyelidikan.
"KPK terus mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini agar melaporkannya. Setiap data yang diterima akan menjadi bahan bagi tim dalam menelusuri dan mengungkap perkara ini," pungkas Budi Prasetyo.
Artikel Terkait
Inflasi Inti AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Oktober 2023, Tekan The Fed untuk Kembali Naikkan Suku Bunga
Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Tertinggi dalam Dua Tahun Terakhir
Progres Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Capai 94,99 Persen, Siap Dongkrak Ketahanan Pangan dan Energi
Larissa Chou Resmi Gugat Cerai Ikram Rosadi ke Pengadilan Agama