Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Amien Rais, kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan menuding Presiden Joko Widodo menggunakan ijazah palsu. Dalam sebuah pernyataan yang direkam dan beredar luas, Amien Rais mendesak agar kasus tersebut segera disidangkan di pengadilan negeri Jakarta dan menuntut Jokowi dihadirkan secara paksa jika tidak bersedia datang.
Amien Rais menyebut bahwa selama lebih dari tiga tahun, sejumlah aktivis dan intelektual Indonesia seperti Roy Suryo, Dr. Tifa, dan Rustam Effendi telah berupaya membongkar apa yang mereka sebut sebagai ijazah palsu milik Jokowi. Menurut Amien, mereka menjalankan tugas sebagai intelektual dan intelijensia bangsa dengan berani menuding bahwa Presiden tidak memiliki ijazah asli S1 dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
“Statement mereka itu bukan asal bunyi, tapi di-back up dengan bukti-bukti yang cukup convincing, yang cukup meyakinkan,” kata Amien Rais dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa dorongan para tokoh tersebut adalah agar tidak ada lagi manusia palsu yang berhasil menjadi presiden dengan kepalsuan ijazah. Amien pun menyampaikan pendapatnya secara gamblang: Jokowi harus segera dibenamkan dalam-dalam dalam rawa-rawa sejarah.
Menurut Amien, isu ini sudah melelahkan dan sempat memecah belah masyarakat. Untuk menyelesaikannya secara tuntas, ia meminta agar salah satu pengadilan negeri di Jakarta segera menyidangkan kasus ijazah palsu Jokowi. “Jokowi harus hadir di persidangan sesuai janjinya. Kalau tidak mau hadir, jemput secara paksa,” tegasnya.
Amien Rais menyebut Jokowi sudah menjadi klilip atau pengganggu bagi bangsa Indonesia. Jika setelah disidangkan terbukti tidak memiliki ijazah asli, ia meminta agar presiden segera dikenakan hukuman pidana yang sesuai dengan undang-undang. “Selesai,” ujarnya.
Pernyataan ini kembali mencuatkan perdebatan lama mengenai keabsahan ijazah Presiden Jokowi yang sebelumnya sudah beberapa kali diklarifikasi oleh pihak Universitas Gadjah Mada dan Istana Kepresidenan. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait pernyataan terbaru Amien Rais tersebut.
Artikel Terkait
Penyalahgunaan Narkoba Ancam Generasi Muda, Ulama Serukan Perlindungan Berbasis Agama dan Keluarga
Razman Nasution Resmi Ditahan di Rutan Cipinang Usai MA Tolak Kasasi
Menkes: Kekurangan Dokter di Daerah Picu Beban Kerja Berlebih hingga Perundungan
Pakar Hukum: Buku ‘Politik Hukum’ Karya Mahfud MD Jadi Cermin bagi Politisi untuk Kendalikan Nafsu Politik