Nusantara62 - Berikut lanjutan Kisah Asal Usul Danau Ohoitel, cerita rakyat Kepulauan Kei:
Mendengar jawaban Taslaun seperti itu, para pengembara menjadi marah.
Mereka tidak menyangka Taslaun akan berkata seperti itu.
Selama ini mereka sudah menjadi seperti saudara sendiri yang harusnya saling menolong dan saling membantu satu dengan yang lainnya.
Taslaun yang membawa sekeranjang ubi merah yang telah matang, lantas memakan ubi itu dengan lahapnya.
Ia tidak memikirkan rekan-rekannya.
Satu per satu ubi itu dimakannya.
Sisanya, bukannya ia bagikan kepada temannya, malah ia sembunyikan untuk makanannya esok hari.
Taslaun benar-benar menguji kesabaran mereka.
Baca Juga: Cerita Rakyat NTB, Legenda Embung Puntiq, Makam Keramat Tanpa Jenazah di Selong Semoyong
Melihat sikap Taslaun yang seperti itu, para pengembara semakin emosi.
Mereka tidak suka sikap rekan mereka seperti itu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat di Jakarta untuk 7 Ramadhan 1447 H
Proyek Tanggul Raksasa Pantura Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun
Imsak Depok Pagi Ini Pukul 04.32 WIB, Azan Subuh 04.42 WIB
Agrinas Patuhi Permintaan DPR untuk Tunda Impor 105 Ribu Pick Up India