Penyusutan debit air tidak hanya melanda Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Fenomena serupa juga terjadi di Sungai Melawi, Kecamatan Sintang, Kalimantan Barat, sejak Juli 2026. Kondisi ini mengubah wajah sungai yang sebelumnya dalam dan deras menjadi hamparan yang bisa diakses warga.
Sebelum menyusut, volume air Sungai Melawi nyaris mencapai bibir Jembatan Melawi, dengan tiang penyangga yang tenggelam oleh aliran yang deras. Namun, sejak Agustus, pemandangan itu berubah drastis. Tiang-tiang penyangga jembatan kini terlihat jelas, dan sebagian dasar sungai yang kering berubah fungsi menjadi lapangan sepak bola dadakan bagi anak-anak setempat.
Warga pun berbondong-bondong datang, baik bersama teman, keluarga, maupun pasangan. Mereka melakukan beragam aktivitas, seperti duduk menikmati angin sore, berfoto, bermain pasir, hingga mandi di tepian sungai. Suasana ini menjadi alternatif baru untuk menghabiskan waktu, terutama menjelang matahari terbenam.
Salah seorang warga, Tracy, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sejak awal Agustus. "Sejak Agustus," ujarnya singkat saat ditemui Jumat (21/8).
Meski demikian, warga yang berkunjung tetap diimbau mengutamakan keselamatan. Saat bermain atau mandi di Sungai Melawi, pengunjung diminta berhati-hati dan selalu mengawasi anak-anak agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Artikel Terkait
Prabowo Tinjau Langsung Titik Karhutla di Kalimantan Barat
BNPB Catat 198 Hotspot di Kalimantan Barat, Karhutla Meluas
Prabowo Minta Laporan Langsung Soal Karhutla di Kalimantan Barat
Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat