KAMMI Tolak Aksi Unjuk Rasa di DPR RI dan Serukan Fokus pada Misi Kemanusiaan

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:36 WIB
KAMMI Tolak Aksi Unjuk Rasa di DPR RI dan Serukan Fokus pada Misi Kemanusiaan

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyatakan penolakan terhadap rencana unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Organisasi ini menilai aksi tersebut berpotensi memicu provokasi dan mengancam persatuan bangsa.

Dalam jumpa pers di sebuah kafe kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026), Ketua KAMMI Amri Akbar menegaskan sikapnya. "Pertama, kami menolak upaya provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

KAMMI juga menolak segala bentuk manuver yang mengatasnamakan aspirasi rakyat tetapi berpotensi menjurus pada provokasi, tindakan koersif, atau ancaman terhadap simbol-simbol kenegaraan. Amri menambahkan bahwa pernyataan yang mengarah pada niat menyandera atau mengancam legislatif DPR RI merupakan eskalasi yang tidak dapat dibenarkan dalam alam demokrasi yang beradab.

"Kritik dan aspirasi adalah hak setiap warga negara. Tetapi hak tersebut tidak boleh ditunggangi oleh narasi konfrontatif yang berpotensi memantik kegaduhan, merusak fasilitas negara, serta mengoyak rasa persatuan yang telah dirawat bangsa ini dengan susah payah," ungkapnya.

Amri juga mengingatkan bahwa saat ini banyak wilayah Indonesia tengah dilanda musibah. "Saudara-saudara kita di berbagai wilayah di Indonesia, di NTT sedang terkena musibah gempa, di Kalimantan sedang terkena kebakaran karhutla, sehingga konsentrasi kita sebagai anak bangsa sama-sama kita fokuskan untuk misi-misi kemanusiaan," imbuh dia.

Meski demikian, KAMMI mengaku memahami dan menghormati hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, sebagaimana diatur dalam undang-undang. Namun, dengan tegas mereka menolak rencana aksi AMPB di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags