KAMMI Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Tengah Dinamika Demokrasi

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:45 WIB
KAMMI Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Tengah Dinamika Demokrasi

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Amri Akbar, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan nasional. Ajakan ini disampaikan sebagai respons atas situasi demokrasi yang berkembang belakangan ini.

"KAMMI mengajak untuk mari bersama-sama kita membangun dan memperkuat persatuan nasional," kata Amri dalam jumpa pers di sebuah kafe kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Menurut Amri, cita-cita kemerdekaan Indonesia yang adil, makmur, dan bebas dari korupsi hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa bergerak bersama dalam bingkai persatuan, bukan dalam sekat-sekat kedaerahan atau kelompok.

"Untuk itu, PP KAMMI menegaskan, persatuan nasional adalah prasyarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan bangsa. Perbedaan pendapat dan kritik terhadap kebijakan adalah hal yang sehat, namun harus tetap berpijak pada semangat kebangsaan yang satu, bukan memecah rakyat di dalam kubu-kubu yang saling curiga," jelasnya.

Amri menambahkan, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi jembatan penyambung aspirasi rakyat dengan penyelenggara negara secara elegan. Menurut dia, aksi mahasiswa seharusnya tidak memperkeruh suasana dengan narasi konfrontatif.

"Kami mendorong seluruh elemen masyarakat, termasuk AMPB dan Koalisi Arif, untuk menyalurkan tuntutan pemberantasan korupsi, termasuk rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dan penegakan hukum yang berkeadilan melalui forum-forum resmi, audiensi legislatif, dan mekanisme partisipasi publik yang telah tersedia sebagai wujud kedewasaan berdemokrasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut persatuan bukan berarti keseragaman pendapat, melainkan kesediaan seluruh anak bangsa untuk berjuang bersama demi tujuan yang sama. Ia berharap masyarakat bersatu untuk Indonesia yang bersih, berdaulat, dan bermartabat tanpa saling mengancam maupun merusak sesama komponen bangsa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags