Ormas di Pati Gelar Doa Bersama dan Nyatakan Sikap Jaga Kondusivitas

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:19 WIB
Ormas di Pati Gelar Doa Bersama dan Nyatakan Sikap Jaga Kondusivitas

Puluhan organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Pati menggelar doa bersama di Alun-alun Pati, Jumat (21/8) malam. Mereka menyuarakan komitmen menjaga daerah tetap damai, aman, kondusif, dan bermartabat.

Para peserta mulai berdatangan sejak pukul 19.45 WIB dengan mengenakan atribut khas masing-masing ormas. Acara diawali sambutan Ketua Panitia, Ahmad Sulaim Habibi, yang mengajak seluruh hadirin memanjatkan doa bersama.

"Kita berdoa bersama agar Pati tetap adem, tenteram, damai, kondusif, dan bermartabat," ujar Habibi dari atas panggung.

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap. Peserta serentak menyalakan lilin dan lampu ponsel sebagai simbol harapan akan kedamaian. Pernyataan sikap dipimpin oleh Wakil Rois PCNU Kabupaten Pati, KH Abdul Majid.

Dalam pernyataannya, Majid menegaskan komitmen untuk menjaga Pati sebagai rumah bersama yang aman dan damai. Ia juga menekankan dukungan terhadap penyampaian pendapat yang dijamin konstitusi, tetapi menolak aksi yang bersifat provokatif, intimidatif, anarkis, atau tidak beretika.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengutamakan persatuan dan keutuhan NKRI di atas kepentingan kelompok. Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai menjadi alasan perpecahan. Mari kita jaga ruang demokrasi tetap beradab," tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat mengedepankan dialog dan musyawarah, serta menghormati hukum dan budaya santun dalam menyampaikan pendapat. Majid mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi atau isu menyesatkan.

"Kami mendukung aparat penegak hukum untuk bertindak profesional, adil, dan tegas dalam menjaga keamanan serta hak konstitusi warga," lanjutnya.

Ia pun mengajak seluruh warga memusatkan energi untuk membangun daerah dan tidak mudah terpengaruh aksi di luar daerah yang berpotensi menimbulkan polarisasi. Setelah pernyataan sikap, acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.