Nashville SC berambisi memperlebar keunggulan di puncak klasemen Wilayah Timur MLS saat bertandang ke markas New York Red Bulls di Sports Illustrated Stadium, Rabu (19/8/2026). Tim asuhan BJ Callaghan saat ini memimpin dengan 43 poin dari 13 kemenangan, 2 imbang, dan 4 kekalahan, setelah menundukkan Inter Miami 4-1. Adapun tuan rumah Red Bulls duduk di peringkat kedelapan dengan 25 poin (7 menang, 8 imbang, 4 kalah) usai takluk 1-2 dari Atlanta United.
Gelandang Nashville SC, Hany Mukhtar, menilai pencapaian timnya sejauh ini adalah buah kerja keras kolektif sejak awal musim. "Ini bukan sebuah pernyataan," katanya. Ia mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap fokus karena "masih terlalu banyak pertandingan tersisa." Mukhtar menyoroti konsistensi performa tim dalam belasan laga awal MLS musim ini.
"Kami pantas mendapatkan laga besar ini, dan ini adalah pujian atas pencapaian kami, apa yang telah kami lakukan dalam 18 atau 19 pertandingan pertama sekarang. Namun kami harus menjalani pertandingan demi pertandingan," ujar pemain asal Jerman itu.
Lebih lanjut, Mukhtar menekankan pentingnya fondasi filosofi klub. "Yang paling penting adalah sebuah klub memiliki DNA, dan kami memiliki DNA yang jelas dalam tim kami," katanya. Ia menegaskan setiap pemain baru harus beradaptasi dengan identitas tersebut. "Kami memiliki mentalitas yang jelas di dalam tim kami. Siapa pun yang datang, tidak masalah siapa orangnya, harus beradaptasi dengan mentalitas, dengan DNA tersebut. Itulah fondasi dari klub ini."
Pelatih kepala Nashville SC, BJ Callaghan, memilih meredam euforia usai mengalahkan juara bertahan MLS Cup. "Kami di sini bukan untuk membuat pernyataan atau hal semacam itu," ujarnya. Callaghan meminta timnya segera mengalihkan fokus menghadapi tantangan berbeda dari Red Bulls.
"Anda bertanding melawan tim yang sangat bagus pada Sabtu malam, dan Anda harus segera membuka lembaran baru karena Anda sedang menatap tim bagus lainnya yang mungkin memberikan tantangan dengan cara berbeda... Inilah bagian menyenangkan dari bertanding, bukan? Inilah alasan mengapa setiap malam Anda harus membuat rencana permainan dan siap mengeksekusinya," kata Callaghan.
Sementara itu, pelatih New York Red Bulls, Michael Bradley, menyoroti kegagalan timnya mengunci kemenangan di laga sebelumnya. "Kami harus mampu mencetak gol kedua," katanya. Bradley menilai ketidakmampuan menambah keunggulan memberi peluang lawan untuk bangkit. "Ketika Anda tidak bisa membuat permainan untuk mendapatkan gol kedua, Anda membiarkannya tetap terbuka, dan Anda membiarkan tim yang dalam beberapa hal merasa putus asa. Anda membiarkan mereka tetap bertahan."
Hasil negatif tersebut menjadi bahan evaluasi mendalam bagi jajaran pelatih Red Bulls. "Dan jadi itu adalah perasaan yang sangat mengecewakan untuk dimiliki," ujar Bradley.
Guna membendung serangan lawan, pemain muda Red Bulls, Adri Mehmeti, menginstruksikan barisan pertahanan untuk tampil agresif. "Jika bola melewati belakang kami, pergilah untuk memadamkan api," katanya. Mehmeti berharap aksi bertahan yang solid dapat mendongkrak semangat tim serta dukungan suporter di kandang. "Pergilah menjadi berani, lakukan pemotongan bola yang besar, blok yang besar. Kami bisa merayakan momen itu karena hal tersebut membuat kami bersemangat, dan terutama di kandang sendiri, itu akan membuat para penggemar bersemangat dan menekan tim lawan."
Dalam laga ini, Nashville SC dapat kembali diperkuat Patrick Yazbek yang pulih dari cedera paha, sedangkan Warren Madrigal dipastikan absen akibat cedera tubuh bagian bawah. Di kubu tuan rumah, penyerang Julian Hall menjadi andalan usai mencetak sembilan gol musim ini.
Artikel Terkait
Messi Terancam Sanksi Usai Insiden dengan Pemain Philadelphia Union
Gol Pertama Messi Usai Sang Ayah Wafat, Inter Miami Ditahan Imbang Philadelphia
San Diego FC Takluk 1-3 dari Portland Timbers
Houston Dynamo Kunci Puncak Wilayah Barat Usai Taklukkan Vancouver