Karang Taruna Kerahkan Personel dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:51 WIB
Karang Taruna Kerahkan Personel dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) mengerahkan personel dan relawan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Langkah ini diambil setelah Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono memberikan arahan agar organisasi kepemudaan tersebut berperan aktif mendukung petugas dan masyarakat terdampak.

Wakil Ketua Umum Tanggap Bencana dan Lingkungan Hidup PNKT yang juga Ketua Satgas Tanggap Bencana PNKT, Arfan Arlanda, mengatakan personel di lima provinsi prioritas telah dikonsolidasikan. Kelima provinsi itu adalah Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, yang berdasarkan pemetaan awal mencakup 17 kabupaten/kota terdampak.

"Setelah mendapat arahan dan perintah dari Ketua Umum PNKT Budisatrio Djiwandono, kami langsung mengonsolidasikan jajaran Karang Taruna di daerah terdampak. Personel kita kerahkan untuk membantu sesuai kebutuhan dan kewenangan, terutama mendukung petugas, relawan, serta masyarakat terdampak," kata Arfan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Pengerahan personel dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing wilayah. Karang Taruna dapat membantu melalui pendirian dan pengelolaan posko, dukungan distribusi logistik, komunikasi dan pelaporan kondisi lapangan, mobilisasi masyarakat, hingga dukungan kepada relawan yang bekerja di sekitar lokasi Karhutla.

Dalam konsep penanganan yang disusun Satgas, Karang Taruna ditempatkan sebagai unsur pendukung kesiapsiagaan masyarakat, mulai dari pencegahan, deteksi dini, respons awal, dukungan komunikasi hingga penanganan pasca kejadian. Personel Karang Taruna tidak diarahkan melakukan pemadaman pada kondisi berbahaya tanpa pelatihan, alat pelindung diri, dan pendampingan petugas yang berkompeten.

"Karang Taruna bukan mengambil alih tugas pemadaman. Arahan Ketua Umum adalah bagaimana kita bisa meringankan beban petugas yang berada di garis depan. Personel kita di daerah menjadi kekuatan pendukung agar penanganan bisa berjalan lebih cepat," ujar Arfan.

Untuk memperkuat personel di lapangan, PNKT juga mengirimkan 16 tenda yang akan digunakan antara lain sebagai posko dan tempat pendukung kegiatan relawan. Sebanyak empat tenda dikirim ke Riau, empat tenda ke Sumatera Selatan, tiga tenda ke Jambi, tiga tenda ke Kalimantan Barat, dan dua tenda ke Kalimantan Tengah. Pengiriman dilakukan melalui kargo udara dengan estimasi tiba di masing-masing daerah dalam satu hingga dua hari kerja.

Selain tenda, PNKT telah menyalurkan dana operasional kepada Pengurus Provinsi Karang Taruna (PPKT) di lima provinsi tersebut. Dukungan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kebutuhan mendesak di lapangan. Arfan menjelaskan PPKT menjadi focal point di masing-masing daerah, bertugas menyampaikan perkembangan situasi, menentukan titik prioritas, menyiapkan personel dan posko, serta mengoordinasikan kebutuhan dengan PNKT dan unsur penanganan bencana setempat.

Sebelumnya, Satgas Tanggap Bencana PNKT telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Balai Dalkarhut (Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan) terkait, serta pengurus Karang Taruna di wilayah terdampak untuk memperoleh perkembangan terbaru. Pemetaan menunjukkan kondisi titik api bersifat dinamis sehingga konsolidasi personel dan dukungan lapangan harus terus disesuaikan.

PNKT juga menyiapkan langkah lanjutan berupa edukasi pencegahan pembakaran lahan, deteksi dini, patroli berbasis masyarakat, komunikasi kebencanaan hingga pemulihan lingkungan pasca kebakaran. Satgas menilai jaringan Karang Taruna hingga tingkat desa dan kelurahan dapat menjadi kekuatan penting untuk mempercepat informasi dan pencegahan Karhutla sejak dini.

"Personel Karang Taruna di daerah akan terus kita siagakan dan konsolidasikan. Di mana masyarakat dan petugas membutuhkan dukungan, Karang Taruna harus hadir sesuai kemampuan yang kita miliki," tutup Arfan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler