Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka menunjukkan performa impresif pada babak ketiga Cincinnati Open 2026. Unggulan teratas asal Belarusia itu menundukkan wakil Tiongkok, Wang Xinyu, dengan skor telak 6-1, 6-3 di Ohio, Amerika Serikat, Selasa (18/8) waktu setempat. Kemenangan ini membawanya melaju mulus ke babak 16 besar turnamen WTA 1000 tersebut.
Sabalenka tampil dominan sepanjang laga. Ia hanya kehilangan enam poin dalam delapan game servisnya dan sukses melesakkan 17 winner. Hasil ini menjadi kebangkitan yang manis setelah ia tersingkir lebih awal di Wimbledon dan turnamen Kanada pekan lalu.
"Meraih kemenangan ini dalam waktu kurang dari satu jam adalah hasil yang gila dan saya sangat senang bisa lolos," kata Sabalenka dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kemenangan kilat tersebut memberikan kepercayaan diri tinggi bagi juara bertahan dua kali AS Terbuka itu untuk mempertahankan posisinya dari ancaman peringkat dunia. "Saya sangat percaya pada diri sendiri dan mengejar pukulan tanpa berpikir berlebihan. Itu adalah senjata pada pertandingan malam ini," ujarnya.
Di babak 16 besar, Sabalenka dijadwalkan bersua petenis Republik Ceko Sara Bejlek yang sukses menundukkan Ekaterina Alexandrova 4-6, 6-1, 6-2. Posisi Sabalenka di puncak peringkat dunia saat ini terus dibayangi oleh Elena Rybakina yang juga melaju ke babak keempat usai menaklukkan Magdalena Frech 6-4, 7-6 (2) dalam laga yang sempat terhenti akibat hujan.
"Hari ini benar-benar gila, jujur saja. Setiap kali keluar lapangan, awan dan kelembapan menyelimuti," kata Rybakina. Petenis asal Kazakhstan tersebut sempat melewatkan tiga match point sebelum akhirnya menyelesaikan laga lewat tie-break. "Saya merasa penguasaan bola saya bagus di tie-break, tapi itu pertandingan yang berat," ujarnya.
Pertandingan ketat tersebut menguji daya tahan fisik dan fokus Rybakina di tengah gangguan cuaca buruk. "Saya punya peluang di tiga match point, tapi saat lelah, sulit menjaga konsentrasi," kata Rybakina. Kemenangan di fase krusial tersebut menjadi modal penting bagi Rybakina untuk terus membendung kejaran poin di papan atas. "Saya bersyukur tie-break berpihak pada saya, saya hanya berusaha meraih poin sebanyak mungkin," ujarnya.
Di pertandingan lain, unggulan ketujuh Iga Swiatek bangkit dari kekalahan set pertama untuk mengeliminasi Maria Sakkari 4-6, 6-1, 6-1. Swiatek sempat membuang banyak peluang di awal laga sebelum menemukan ritme permainan terbaiknya di set kedua. "Saya merasa bermain cukup baik pada set pertama, tetapi terkadang kurang presisi. Saya terlalu banyak mengarahkan bola kepada Maria dan dia memanfaatkan peluang," kata Swiatek.
Mantan petenis nomor satu dunia itu kemudian memperketat kendali permainan guna menekan pergerakan Sakkari. "Saya benar-benar ingin mulai menekannya agar dia tidak mendapat banyak kesempatan untuk menekan saya. Saya senang pada set kedua hal itu mulai berhasil dan saya bermain sedikit lebih baik," ujar Swiatek. Evaluasi strategi tersebut menjadi kunci utama bagi Swiatek untuk mengamankan tempat di putaran selanjutnya.
Sementara di kelompok putra, kejutan terjadi saat petenis tuan rumah Brandon Nakashima menyingkirkan unggulan keempat Daniil Medvedev lewat pertarungan ketat 6-7 (3-7), 7-6 (7-4), 6-1. Medvedev meluapkan kekecewaannya dengan membenturkan raket hingga merusak papan elektronik dan menendang mikrofon usai membukukan 51 unforced error. "Saat tertinggal match point, saya hanya mencoba memberi tahu diri sendiri untuk terus berjuang di setiap poin," kata Nakashima. Kemenangan dramatis ini mengantarkan Nakashima melaju ke babak keempat untuk menghadapi wakil Portugal Nuno Borges. "Saya sangat senang dengan level permainan di set ketiga," ujarnya.
Sejumlah petenis unggulan lain seperti Coco Gauff, Mirra Andreeva, Taylor Fritz, dan Felix Auger-Aliassime juga memastikan tempat di babak 16 besar.
Artikel Terkait
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe Melaju ke Perempat Final Cincinnati Open
Zverev Kalahkan Norrie di Tiga Set, Melaju ke Babak Ketiga Cincinnati Open
Tirante Tumbangkan Djokovic di Cincinnati Open
Leylah Fernandez Kalahkan Andreeva, Rybakina Melaju di Toronto