Tirante Tumbangkan Djokovic di Cincinnati Open

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Tirante Tumbangkan Djokovic di Cincinnati Open

Petenis Argentina Thiago Agustin Tirante mencatat kemenangan bersejarah atas Novak Djokovic pada babak kedua Cincinnati Open, Sabtu. Tirante menang dengan skor 2-6, 6-4, 6-4, menghentikan dominasi Djokovic yang merupakan pemegang 24 gelar Grand Slam.

Kemenangan ini menjadi yang terbesar sepanjang karier Tirante. Petenis berusia 25 tahun itu mengaku tidak pernah membayangkan bisa mengalahkan salah satu legenda tenis dunia. "Ini akan menjadi salah satu hari yang akan saya ingat seumur hidup saya," ujarnya.

Tirante, yang kini menempati peringkat 50 dunia, tampil percaya diri meski menghadapi pemain yang telah memenangi turnamen ini tiga kali. Ia berhasil mengendalikan tekanan mental di lapangan dan bermain lepas. "Ini adalah kemenangan terbaik dalam karier saya. Saya pikir saya melakukan pekerjaan yang sangat baik di dalam lapangan. Saya mengelolanya dengan sangat baik, rasa gugup dan bermain melawan legenda seperti Novak," kata Tirante.

Setelah pertandingan, Tirante langsung berbagi kebahagiaan dengan keluarga di Argentina. "Saya berbicara dengan ayah dan kakek saya. Saya juga akan menelpon ibu saya. Saya pikir ini adalah momen yang sangat, sangat penting bagi saya dan juga keluarga saya. Saya bermain tenis untuk momen seperti ini," ujarnya.

Tirante mengaku mulai bermain tenis bersama kakeknya dan bercita-cita menjuarai AS Terbuka karena lebih menyukai lapangan keras. Ia bahkan memiliki tato di dada dengan slogan motivasi yang dibuatnya saat remaja. "Saya membuat tato ini saat berusia 14 atau 15 tahun. Saya sangat menyukai kata-katanya. Saya selalu mengingat kata-kata ini. Ini sangat berarti bagi saya karena ada di tubuh saya dan juga di pikiran saya," jelasnya.

Kemenangan ini juga mencatatkan sejarah bagi tenis Argentina. Tirante menjadi petenis Argentina keempat yang berhasil mengalahkan Djokovic, setelah Guillermo Coria, David Nalbandian, dan Juan Martin del Potro. Ia juga menghentikan rekor 22 kemenangan beruntun Djokovic atas petenis Argentina.

"Setelah pertandingan, [saya] memikirkan keluarga saya, teman-teman saya yang ada di Argentina menonton saya. Saya pikir mereka sangat senang menonton saya di TV. Ini sangat spesial bagi mereka, dan juga bagi saya. Mereka ada di Argentina, tetapi mereka juga ada di kepala saya," kata Tirante.

Performa Tirante di ATP Tour memang sedang menanjak. Sepuluh hari sebelumnya ia mengalahkan Taylor Fritz di Montreal dan kini mencatatkan 24 kemenangan dalam satu musim. Ia juga memiliki rekor impresif 4-1 saat menghadapi pemain peringkat 10 besar dunia.

"Saya percaya pada diri sendiri. Saya pikir saya bisa memisahkan apa yang mereka lakukan untuk olahraga ini dan apa yang harus saya lakukan untuk memenangkan pertandingan itu. Saya pikir itulah hal terpenting saat Anda bermain dengan salah satu pemain besar ini," ujarnya.

Meski baru pertama kali bertanding melawan anggota 'Big Three', Tirante pernah menjadi lawan latihan Roger Federer dan Rafael Nadal pada Nitto ATP Finals 2019. Pengalaman itu membantunya tampil tenang di hadapan Djokovic. "Saya bermain lebih bebas karena tidak ada rugi bagi saya dan saya menyukai stadion besar. Saya pikir hal terpenting adalah saya menikmatinya," katanya.

"Saya pikir merupakan suatu kehormatan untuk berbagi lapangan dengan Novak, pertandingan hampir tiga jam dengan intensitas tinggi dan saya pikir orang-orang menyukainya. Semua orang di sana gila, berteriak atau semacamnya. Saya sangat menikmatinya. Saya pikir ini pasti salah satu hari terbaik dalam hidup saya," pungkas Tirante.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags