Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Miliknya, Respons Klaim Trump

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:19 WIB
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Miliknya, Respons Klaim Trump

Wakil Perdana Menteri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah milik Iran dan akan tetap menjadi milik Iran. Pernyataan ini merupakan respons atas ucapan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS.

"Selat Hormuz dari dulu sampai sekarang adalah milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini akan dibuka, atau ditutup berdasarkan komando Iran," kata Gharibabadi melalui akun X-nya, sebagaimana dilansir AFP pada Sabtu (15/8).

Iran memang tengah menutup Selat Hormuz, yang memicu konflik berkepanjangan di kawasan sejak akhir Januari tahun ini. AS sendiri terus melancarkan serangan terhadap Iran sejak saat itu, namun belum berhasil mematahkan perlawanan Iran.

Sementara itu, pernyataan Trump disampaikan saat menghadiri acara di Akademi Kepolisian Negara Bagian New York pada Jumat (15/8). Dengan nada bercanda, ia mengatakan bahwa setelah mengalahkan Iran secara telak, ia akan mendeklarasikan kawasan itu sebagai teritorial AS.

Namun, seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya menyebut komentar tersebut sebagai candaan semata. Ia mengatakan bahwa itu adalah lelucon Trump kepada reporter Wall Street Journal.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags