Hayden Panettiere Tutup Usia di 36 Tahun, Kenang Perjuangannya Melawan Kecanduan dan Trauma Hollywood

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:30 WIB
Hayden Panettiere Tutup Usia di 36 Tahun, Kenang Perjuangannya Melawan Kecanduan dan Trauma Hollywood

Aktris Hayden Panettiere, yang dikenal lewat perannya sebagai Claire Bennet dalam serial Heroes, meninggal dunia pada Minggu (16/8/2026) di usia 36 tahun. Ia ditemukan di sebuah apartemen di Greenville, South Carolina, Amerika Serikat, dan diduga meninggal karena henti jantung.

Kepergian Hayden meninggalkan duka mendalam, terutama karena ia sempat membuka kisah tentang masa kelam yang dialaminya selama berkarier di Hollywood sejak bayi. Dalam berbagai wawancara dan memoarnya, ia mengungkapkan trauma, kecanduan, dan depresi yang menghantuinya hampir sepanjang hidup.

Karier yang Dimulai Sejak Bayi

Hayden lahir di Palisades, New York, pada 21 Agustus 1989. Ia menginjak dunia hiburan saat usianya baru 11 bulan, bahkan sebelum bisa berjalan. Kala itu, ia tampil dalam iklan komersial Playskool Toy Train. "Itu adalah iklan pertamaku, tapi aku tidak tahu jika itu adalah pengenalanku menuju dunia akting. Aku tidak mendapatkan dialog apa pun dan hanya bermain saja," tuturnya dalam wawancara dengan Entertainment Tonight pada 2023.

Pada usia 4 tahun, Hayden mulai berakting serius dengan memerankan Sarah Roberts dalam opera sabun One Life to Live (1994–1997). Namanya semakin dikenal saat berusia 10 tahun lewat film Remember the Titans dan pengisi suara Dot di A Bug's Life. Kariernya terus menanjak lewat film remaja seperti Ice Princess, Bring It On: All or Nothing, dan I Love You Beth Cooper, serta serial Heroes yang tayang 2006–2010.

Di Balik Layar: Tekanan dan Kecanduan

Di balik kesuksesannya, Hayden menyimpan luka. Dalam wawancara lawas dengan The Hollywood Reporter, ia mengaku merasa seperti "tentara kecil" yang tak punya pilihan. "Kata 'tidak' tidak pernah menjadi pilihan bagiku. Mereka bilang, 'Ini adeganmu, ini dialognya, dan jalankan sesuai permintaan sutradara,'" jelasnya.

Pada usia 15 tahun, tanpa sepengetahuannya, timnya memberinya "happy pills" sebelum konferensi pers. Pil itu menjadi awal kecanduan obat-obatan dan alkohol yang membelenggunya bertahun-tahun. "Aku tidak tahu bahwa itu hal yang tidak baik atau pintu apa yang akan terbuka bagiku ketika aku kecanduan. Setelah beranjak dewasa, alkohol dan obat-obatan menjadi sesuatu yang aku tak bisa hidup tanpanya," ungkapnya.

Pindah ke Los Angeles pada usia 16 tahun juga menjadi tekanan tersendiri. Ibunya membeli apartemen untuknya, dan seluruh keluarga tinggal di sana. Hayden merasa tidak nyaman dengan peran yang dipaksakan itu. "Aku masih ingin menjadi seperti anak kecil dan merasa bahwa aku membutuhkan orang tua untuk bersandar," katanya dalam podcast bersama Jay Shetty awal 2026. Ia bahkan mengaku melihat ibunya sebagai "bos", bukan sosok ibu. "Meskipun dia adalah orang yang paling suportif ketika aku melakukan hal-hal yang semestinya aku lakukan, aku merasa bahwa aku melakukannya hanya untuk mendapatkan cintanya," lanjutnya.

Depresi dan Perjuangan Panjang

Setelah membintangi Nashville dan melahirkan putrinya, Kaya, pada akhir 2014, Hayden mengalami depresi pasca melahirkan. Ia hiatus dari serial tersebut pada 2015 dan bahkan kehilangan kontrak dengan Neutrogena. Saat kembali pada Januari 2016, perjuangannya melawan kecanduan belum usai. Pada 2018, ia membuat keputusan sulit: menyerahkan hak asuh Kaya kepada mantan tunangannya, petinju Wladimir Klitschko. "Itu adalah hal tersulit yang pernah aku lakukan. Tapi aku ingin menjadi ibu yang baik baginya dan terkadang itu berarti aku harus melepaskannya pergi," ujarnya kepada majalah People pada 2022.

Kecanduannya semakin parah hingga ia dirawat di rumah sakit. Dokter memperingatkan bahwa jika ia tidak berhenti minum, nyawanya terancam dan ia bisa meninggal dalam lima tahun. Pada 2020, Hayden menjalani rehabilitasi selama delapan bulan. "Aku sangat bersyukur aku bisa menjadi bagian dalam dunia ini lagi dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya lagi," katanya kala itu.

Kehilangan Sang Adik dan Memoar Terakhir

Pada 2023, Hayden kembali berakting lewat Scream VI. Namun, tahun itu juga ia kehilangan adiknya, Jansen Panettiere, yang meninggal mendadak di usia 28 tahun karena pembengkakan jantung. Hayden sangat terpukul. "Dia adalah satu-satunya saudaraku dan adalah tugasku untuk melindungi dia. Ketika aku kehilangan dia, aku merasa aku kehilangan separuh jiwaku," tuturnya pada 2024.

Pada awal 2026, Hayden menerbitkan memoar berjudul This Is Me: A Reckoning yang mengisahkan perjuangannya melawan adiksi, depresi, dan kehilangan. Dalam buku itu, ia menulis, "Satu hal yang aku tahu dari 36 tahun kehidupanku di mata publik adalah: kehidupan adalah sebuah proses yang berevolusi dari hari ke hari, tahun ke tahun dan -suka atau tidak- kita harus mengikuti lingkaran pertumbuhan itu, hingga napas terakhir nanti."

Hayden Panettiere meninggalkan seorang putri, Kaya, serta keluarga dan penggemar yang berduka. Perjuangannya melawan kecanduan dan trauma menjadi pengingat akan sisi gelap industri hiburan yang sering tersembunyi di balik gemerlapnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags