Kapal Raksasa Pengangkut 5.906 Kendaraan Uji Sandar di Pelabuhan Patimban

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:54 WIB
Kapal Raksasa Pengangkut 5.906 Kendaraan Uji Sandar di Pelabuhan Patimban

Pelabuhan Patimban menerima uji coba sandar kapal pengangkut kendaraan terbesar yang pernah singgah di sana. MV Blanco Ace, kapal berbendera Panama dengan panjang hampir 200 meter, berhasil merapat di Dermaga Kendaraan Paket 5 pada Selasa (18/8). Kapal bertipe Pure Car Carrier (PCC) ini memiliki tonase kotor sekitar 72.700 GT dan mampu mengangkut hingga 5.906 unit kendaraan.

Uji coba ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan Pelabuhan Patimban, yang tengah bersiap mengoperasikan terminal kendaraan baru. Kepala KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, menyatakan bahwa seluruh rangkaian uji sandar, lepas sandar, dan olah gerak kapal berjalan aman dan lancar. "Kapal dengan kapasitas hampir 6.000 kendaraan ini menjadi kapal kendaraan terbesar yang sejauh ini pernah sandar di Pelabuhan Patimban," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (19/8).

MV Blanco Ace tiba di perairan Patimban sekitar pukul 07.00 WIB setelah berlayar dari Pelabuhan Hambantota. Proses sandar dimulai dua jam kemudian, dan kapal langsung melakukan bongkar muat 1.101 unit truk. Kapal dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Singapura pada Rabu, 19 Agustus.

Uji coba ini merupakan bagian dari evaluasi kesiapan Dermaga Kendaraan Paket 5, yang dibangun melalui proyek Patimban Port Development oleh Kementerian Perhubungan. Dermaga tipe wharf berukuran 33 x 381,4 meter ini dirancang khusus untuk melayani kapal PCC, dengan kedalaman kolam -14 meter LWS serta dilengkapi fender dan bollard berkapasitas 1.000 kN.

Hasil pengujian menunjukkan kapal mampu bermanuver dan merapat sesuai posisi yang ditentukan. Seluruh fasilitas pendukung berfungsi baik, dan pemeriksaan visual tidak menemukan kerusakan atau deformasi pada dermaga. "Uji coba hari ini menjadi salah satu bagian dari tahapan tersebut sebelum fasilitas nantinya dapat dimanfaatkan dalam penyelenggaraan Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban," kata Arief.

Setelah pembangunan fisik rampung, masih ada proses administratif dan serah terima fasilitas yang harus diselesaikan. Dalam skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), fasilitas Paket 5 akan diserahterimakan kepada PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) sebagai Badan Usaha Pelaksana. Arief menilai penambahan fasilitas ini akan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan Pelabuhan Patimban, seiring meningkatnya aktivitas kapal dan arus kendaraan. "Seluruh proses tetap kami lakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku," tutupnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags