Laba Jasa Armada Turun 24,44 Persen, Pendapatan Tetap Tumbuh

- Jumat, 31 Juli 2026 | 16:15 WIB
Laba Jasa Armada Turun 24,44 Persen, Pendapatan Tetap Tumbuh

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menutup semester I-2026 dengan laba Rp68 miliar, menurun 24,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski laba tertekan, perseroan masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 2,20 persen menjadi Rp729,68 miliar dari Rp714 miliar pada semester I-2025.

Direktur Utama Jasa Armada Shanti Puruhita menyatakan bahwa perseroan tetap menjaga pertumbuhan pendapatan melalui peningkatan efektivitas operasional, optimalisasi utilisasi armada, serta penguatan sinergi dengan Pelindo Group. Hal ini disampaikannya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (31/7/2026).

Pendapatan perseroan masih ditopang oleh jasa pelayanan kapal yang menyumbang Rp704,27 miliar atau sekitar 96,52 persen dari total pendapatan. Segmen ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan jasa penundaan yang naik 3,94 persen menjadi Rp664,42 miliar.

Beberapa segmen bisnis lain juga menunjukkan kinerja positif. Pendapatan jasa pelayanan kapal pada Pelabuhan Umum (Pelum) tumbuh 6,54 persen secara tahunan menjadi Rp326,53 miliar. Pendapatan dari Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) meningkat 11,42 persen menjadi Rp139,90 miliar, sementara pendapatan jasa pengangkutan dan layanan lainnya naik 7,89 persen menjadi Rp25,42 miliar.

Segmen Terminal Khusus (Tersus) juga menunjukkan prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya aktivitas kepelabuhanan. IPCM berencana melayani kunjungan kapal asing dari salah satu perusahaan pelayaran global, dengan kapal induk berukuran Handymax/Supramax (150-200 meter) hingga Panamax (lebih dari 250 meter) secara reguler 3-4 call per bulan di Pelabuhan Patimban.

Shanti Puruhita menambahkan, perkembangan tersebut diharapkan dapat menarik kapal-kapal kontainer besar yang selama ini bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok untuk juga singgah di Pelabuhan Patimban. Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan layanan pemanduan dan penundaan kapal yang menjadi kompetensi utama IPCM.

Dari sisi pasar, kontribusi segmen captive market Pelindo terus menguat, mencapai 63,92 persen dari total pendapatan, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 60,51 persen. Hingga akhir Juni 2026, total aset IPCM meningkat 2,32 persen dibandingkan akhir 2025 menjadi Rp1,75 triliun, dengan aset lancar tumbuh 4,79 persen menjadi Rp1,06 triliun.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags