Wisata Gunung Bromo masih ditutup meski api di kawasan taman nasional telah padam. Penutupan ini dilakukan karena petugas gabungan masih fokus melakukan pendinginan di titik-titik bara api yang sempat muncul, demi memastikan keamanan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Komandan Korem (Danrem) 083 Bhaladika Jaya sekaligus Dansektor Karhutla, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan, belum merekomendasikan pembukaan wisata karena masih adanya potensi bara api yang muncul. Hal ini berkaca pada kemunculan bara api pada Sabtu (15/8) lalu di wilayah Dingklik, Kabupaten Pasuruan, meski berhasil dipadamkan.
"Hanya satu saja, tidak mudah sesuatu yang menyebabkan, ini finishing, wajar kalau ada titik-titik asap sisa pembakaran di dalam tanah, bukan terlihat, perlu waktu, perlu ruang," kata Wahyu saat ditemui di wilayah Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (16/8).
Tim gabungan masih terus bersiaga, bahkan ratusan personel dikerahkan di empat wilayah untuk menyisir kawasan taman nasional. Penyisiran dilakukan dari darat untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul di bawah permukaan vegetasi tanaman.
Penyisiran dan pemadaman ini memerlukan waktu dan kerja ekstra. Sebab, beberapa area yang berpotensi terdapat titik panas berada di tebing dan lokasinya jauh dari sumber air. Mobil tangki dan pipa-pipa air tetap disiagakan untuk pendinginan.
"Situasinya sangat amanlah, tinggal kami meminta waktu karena wilayah jalannya kan wilayah Kabupaten Pasuruan, kami minta tempat atau jalan untuk kendaraan pemadam kebakaran, atau tangki-tangki air untuk membasahi untuk pendinginan yang memang tempatnya sulit," jelasnya.
Kaldera Bromo Tidak Digunakan untuk Upacara HUT RI
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, kawasan Kaldera Bromo tidak akan digunakan untuk Upacara Perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, tim masih fokus pada penanganan pembasahan pasca-kebakaran, sehingga tidak ada aktivitas lain selain penanganan kebakaran.
"Kawasan Kaldera Bromo ditutup untuk aktivitas lain selain aktivitas pemadaman, belum diperkenankan, kecuali angkutan pemadam yang dilakukan oleh petugas, maupun teman-teman media yang meliput aktivitas pemadaman. Untuk upacara kita minta dilakukan di tempat-tempat lain di luar Kaldera Bromo," ungkap Rudijanta saat dikonfirmasi terpisah.
Hal ini sekaligus memastikan bahwa aktivitas wisata belum dibuka hingga waktu yang belum diketahui. Pasalnya, sebelum dibuka, BB-TNBTS selaku pengelola kawasan perlu melakukan rapat koordinasi dengan Satgas Penanganan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) sebelum rekomendasi pembukaan dibacakan oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia.
"Kita masih menunggu informasi dari Satgas yang memang dipercaya untuk mengendalikan operasi pemadaman ini. Kalau dari Satgas sudah, kita pastinya juga akan memastikan lagi sarana prasarananya memang ada, yang tidak siap pasti akan kita siapkan dulu, dan nanti akan langsung diumumkan oleh Pak Menteri Kehutanan untuk wilayah yang dibuka," tukasnya.
Sebagai informasi, api membakar setidaknya 1.120 hektare lahan di kawasan Gunung Bromo yang meliputi empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan. Api terlihat pertama kali pada Selasa, 3 Agustus 2026, dan berhasil dikendalikan pada Jumat, 14 Agustus 2026, setelah pemadaman dari darat dan udara dengan tiga helikopter.
Artikel Terkait
Remaja Berjas Superman Ikut Padamkan Kebakaran Hutan di Kalimantan
Pemerintah Pastikan Dukungan Penuh Penanganan Karhutla, El Nino Jadi Kendala
Karhutla Bromo Tersisa Dua Titik, Menko PMK Kebut Pemadaman
Kebakaran Belum Padam, Penutupan Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus