Karhutla Bromo Tersisa Dua Titik, Menko PMK Kebut Pemadaman

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:30 WIB
Karhutla Bromo Tersisa Dua Titik, Menko PMK Kebut Pemadaman

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan bahwa upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menunjukkan kemajuan signifikan. Dari 34 titik api yang sempat terpantau, kini hanya tersisa dua titik yang masih menyala. Pratikno menegaskan bahwa tim gabungan terus berupaya keras untuk segera memadamkan sisa api tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Pratikno saat meninjau langsung lokasi karhutla dan memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di TNBTS pada Selasa (11/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia memastikan bahwa seluruh elemen yang terlibat bekerja maksimal untuk menuntaskan kebakaran secepat mungkin.

“Memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Sebelumnya sudah mencapai 34 titik, sekarang tinggal dua titik api seperti yang bisa kita lihat di belakang,” ujarnya di lokasi peninjauan.

Kehadiran Menko PMK di lapangan merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kepala Negara untuk memastikan bencana kebakaran di Bromo dan daerah lain tertangani dengan cepat. Hal ini penting agar ekosistem dan aktivitas warga segera pulih kembali.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang sangat serius terhadap kebakaran di Bromo dan daerah-daerah lain. Oleh karena itu, kita semua harus bekerja keras. Target waktunya pemadaman harus dilakukan secepat-cepatnya,” kata Pratikno.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan pemadaman manual di lapangan. Menko PMK menjelaskan bahwa strategi lanjutan tengah disiapkan, termasuk melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang akan dijalankan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“BMKG dan BNPB terus mendeteksi potensi awan dalam beberapa hari ke depan. Jika potensinya mencukupi, BNPB sudah mempersiapkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Jadi, kita bukan hanya memadamkan sisa api, tapi juga membasahi kawasan untuk mencegah kebakaran berikutnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno juga mengingatkan pentingnya peran aktif dan kesiapsiagaan seluruh kepala daerah. Menurutnya, potensi bencana hidrometeorologi basah dan kering bisa terjadi bersamaan di berbagai wilayah, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.

“Energi nasional saat ini terus bergerak. Pemerintah pusat energinya tersebar ke banyak daerah karena bencana kebakaran tidak hanya terjadi di Bromo, dan di sisi lain kita juga masih menangani bencana banjir. Oleh karena itu, saya harapkan para kepala daerah dan pimpinan daerah, TNI dan Polri, semuanya bergerak cepat memadamkan potensi kebakaran sekaligus mencegah terjadinya bencana sejak dini,” tuturnya.

Mengakhiri peninjauannya, Pratikno memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas dan elemen masyarakat yang berada di garda terdepan penanganan bencana.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran pemerintah daerah, Pak Bupati, Pak Sekda, juga kepada jajaran TNI khususnya Pak Danrem, dan Polri, serta seluruh tim pemadam gabungan dan relawan yang sudah bekerja keras luar biasa tanpa kenal lelah menaklukkan api. Dukungan dari masyarakat dan sinergi kita semua adalah kunci utama agar bencana ini segera berlalu, dan agar tidak terjadi bencana berikutnya,” tutur Pratikno.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags