Kepala SPPG Karanganyar Muntah Usai Cicipi MBG, 3.000 Porsi Ditarik

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Kepala SPPG Karanganyar Muntah Usai Cicipi MBG, 3.000 Porsi Ditarik

Sebanyak 3.000 porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) ditarik dari sejumlah sekolah di Kecamatan Jati, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, setelah kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat muntah usai mencicipi salah satu menu. Insiden itu terjadi pada Rabu (12/8/2026) dan langsung menjadi perhatian publik.

Kepala SPPG Jati, Abra Yudha Raya, mengaku merasakan mual dan muntah hingga tiga kali setelah mencicipi ayam rempah yang akan disajikan untuk para siswa. Ia menilai rasa ayam tersebut tidak normal dan berpotensi tidak layak konsumsi. "Saya terdampak. Tadi itu sampai tiga kali. Enggak diare, cuma muntah saja, sehingga kami tarik semua," ujarnya saat dikonfirmasi.

Penarikan dilakukan secara serentak pada hari yang sama. Roni, guru SDN 2 Jati, menuturkan bahwa mobil pengangkut MBG telah tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB, tetapi makanan belum sempat diturunkan. "Kendaraan yang bawa MBG itu sudah datang, namun belum sampai diturunkan, MBG itu ditarik kembali," katanya. Akibatnya, 94 siswa di sekolah tersebut tidak menerima MBG pada hari itu.

Dari total 3.000 porsi yang disiapkan, sekitar 1.000 porsi sempat terdistribusi ke sejumlah sekolah sebelum akhirnya ditarik. Sementara itu, 2.000 porsi lainnya masih berada di dapur SPPG dan langsung diamankan. Abra menjelaskan bahwa keputusan penarikan diambil setelah ia dan timnya melakukan pengecekan langsung. "Saya langsung ke dapur, saya cicipi yang rusak itu, yang terindikasi tidak layak. Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga nyicipi," jelasnya.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Gubernur sekaligus Ketua Tim Percepatan MBG Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, justru mengapresiasi langkah Abra. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap kualitas makanan yang akan diberikan kepada anak-anak. "Bagus, kalau dilakukan seperti itu artinya bertanggung jawab," ujarnya. "Itu diperlihatkan bahwa keterjaminan kelayakan makanan itu baik, itu lebih kita periksa. Kita apresiasi ya," lanjutnya.

Taj Yasin menegaskan bahwa program MBG akan tetap berjalan sesuai instruksi Presiden, tetapi dengan perbaikan yang berkelanjutan. "Tadi sesuai instruksi Bapak Presiden, MBG tetap berjalan, akan tetapi tetap pada perbaikan. Perbaikan ini ketika ada kesalahpahaman, penyalahgunaan, atau kewenangan terkait menu-menu yang tidak layak dikonsumsi, apalagi menyampaikan keracunan, akan kita tindak bersama," tegasnya.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahap penyediaan makanan untuk program yang menyasar ribuan siswa di berbagai daerah. Pihak SPPG Jati pun berjanji akan mengevaluasi seluruh proses pengolahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags