Trump Makin Frustrasi saat Perang Iran Memasuki Bulan Kelima

- Jumat, 24 Juli 2026 | 17:20 WIB
Trump Makin Frustrasi saat Perang Iran Memasuki Bulan Kelima

Presiden AS Donald Trump semakin frustrasi dan skeptis terhadap prospek perdamaian abadi setelah perang dengan Iran memasuki bulan kelima tanpa tanda-tanda akan berakhir, menurut para pejabat pemerintahan dan orang-orang dekat presiden.

Beberapa penasihat khawatir konflik berkepanjangan ini membebani kepresidenan Trump. Kenaikan harga, erosi peringkat persetujuan, dan ancaman terhadap prospek Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu November mendatang menjadi kekhawatiran utama, demikian laporan Wall Street Journal yang terbit Kamis (23/7/2026).

Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan Trump percaya bahwa satu-satunya hal yang dipahami Iran adalah kekuatan militer. Ia berada dalam "mode balas dendam" terhadap Teheran, sehingga hanya memiliki sedikit pilihan selain melanjutkan serangan.

AS telah mengerahkan lebih banyak pasukan dan senjata ke Timur Tengah. Trump mempertimbangkan eskalasi militer meskipun ada kekhawatiran tentang biaya dan dukungan publik.

Perang ini juga memperburuk hubungan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Trump enggan berbicara atau bertemu dengannya, menurut seorang pejabat senior pemerintahan.

Konflik ini berdampak pribadi pada Trump dan para penasihat seniornya. Badan intelijen telah memperingatkan beberapa dari mereka tentang ancaman pembunuhan dari Iran dan menyarankan untuk menghindari penggunaan jasa transportasi tertentu, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Saat menghadiri KTT NATO di Turki, Trump mendapat pengarahan intelijen Israel mengenai dugaan rencana Iran untuk membunuhnya. Meskipun para pejabat AS mempertanyakan kredibilitasnya, pengarahan itu disebut mendorongnya untuk kembali menggunakan Air Force One yang lebih tua daripada jet hadiah dari Qatar.

Trump dilaporkan sangat marah setelah New York Times mengungkap alasan pergantian pesawat tersebut. Ia menyebut kebocoran itu sebagai risiko keamanan, sementara pemerintahannya berupaya mengidentifikasi sumbernya.

Trump juga mendorong penurunan harga bensin menjelang pemilihan paruh waktu. Ia kurang khawatir dibandingkan para penasihatnya tentang dampak politik perang, kata orang-orang yang mengetahui diskusi tersebut.

Harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus angka $100 per barel akibat eskalasi militer dan saling serang antara AS dan Iran yang terus meluas. Konflik bersenjata di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran besar terhadap pasokan energi global karena terancamnya rute pengiriman laut yang vital.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags