Seorang dokter muda yang tengah menjalani program internship ditemukan meninggal dunia di kosannya di Kota Metro, Lampung, pada Selasa (21/7). Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung, dr Josi Harnos, menyebut penyebab kematian diduga akibat sakit, meski penyebab pastinya tidak bisa dipastikan secara medis karena keluarga menolak autopsi.
"Sakit, diduga karena sakit (penyebab meninggalnya korban)," kata dr Josi kepada wartawan, Kamis (23/7). Ia menjelaskan, tanpa autopsi, pemeriksaan hanya dilakukan secara eksternal dan tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh Muhammad Zulfikar Drakel, dokter asal Kalimantan Tengah tersebut.
"Pemeriksaan luar, tidak ditemukan kalau misalnya luka-luka bekas apa, tanda-tanda kekerasan tidak ada. Tidak ada, tidak ditemukan," ungkapnya.
IDI Lampung pun mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, untuk memperkuat sistem pemeriksaan kesehatan bagi dokter yang akan menjalani program internship. "Kami berharap ke depannya dari sistem penyaringan dokter-dokter internship yang akan ditugaskan, kami harap pemerintah dari Kementerian Kesehatan juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara komprehensif dulu," kata Josi.
Menurutnya, jika ditemukan penyakit atau gangguan kesehatan sebelum penugasan, kondisi itu bisa segera ditangani melalui pengobatan atau langkah pencegahan. "Sehingga tidak terjadi kesakitan atau mungkin penyakit pada saat proses internship," jelasnya.
Josi juga mengapresiasi sejumlah pihak yang bergerak cepat dalam menangani kasus ini, mulai dari penanganan hingga pengiriman jenazah ke kampung halaman. "Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya dari Kementerian Kesehatan, PB IDI, IDI Wilayah, Dinas Kesehatan Provinsi, Polda Lampung, Kabiddokkes, IDI Cabang Metro, IDI Cabang Lampung Timur yang cepat tanggap, langsung gerak cepat mengawal kasus dari awal sampai dengan proses akhir pengiriman jenazah sampai ke kampung halamannya," pungkasnya.
Kemenkes Ucapkan Duka
Kementerian Kesehatan melalui akun Instagram resminya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Zulfikar. "Ada pengabdian yang mungkin berakhir, tetapi ketulusan akan selalu dikenang," tulis akun tersebut. "Dengan penuh rasa duka, Kementerian Kesehatan menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res."
Kemenkes juga mengapresiasi pengabdian Zulfikar selama menjalani program internship. "Terima kasih telah mengabdikan ilmu dan hati untuk melayani sesama. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisinya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan," ujar akun itu.
Sekilas Program Internship Dokter
Program internship merupakan proses pemantapan mutu dan profesi dokter serta dokter gigi untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan. Program ini menjadi syarat mutlak bagi dokter baru sebelum dapat membuka praktik mandiri atau bekerja sebagai dokter organik di fasilitas kesehatan.
Durasi internship untuk dokter adalah satu tahun, dengan enam bulan di rumah sakit dan enam bulan di puskesmas. Sementara untuk dokter gigi, durasinya enam bulan. Pemilihan lokasi penempatan dilakukan secara online melalui sistem SIMPIDI milik Kemenkes dengan sistem "first come, first served", yang kerap disebut "war wahana" oleh para dokter muda.
Program internship dokter tak jarang mendapat kritik, mulai dari tunjangan hidup yang minim hingga beban kerja yang tinggi.
Artikel Terkait
Dokter Muda FKUI Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Guest House
Dokter Muda UI Ditemukan Meninggal di Lampung, Polisi Selidiki Penyebab
Koas UI Ditemukan Tewas di Guest House Metro Lampung