Prabowo Lantik 1.177 Perwira Baru TNI-Polri, Ingatkan Jaga Integritas dan Waspadai Ancaman Siber

- Kamis, 23 Juli 2026 | 08:54 WIB
Prabowo Lantik 1.177 Perwira Baru TNI-Polri, Ingatkan Jaga Integritas dan Waspadai Ancaman Siber

Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 lulusan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menjadi perwira dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7). Mereka terdiri dari 282 lulusan Akpol, 512 lulusan Akmil, 154 lulusan AAU, dan 229 lulusan AAL. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 69 TNI Tahun 2026 dan Keppres Nomor 70 Polri Tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan sejumlah amanat kepada para perwira remaja. Ia menekankan bahwa pangkat yang disematkan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah dan kepercayaan rakyat. "Pangkat pertama yang Saudara terima hari ini bukan sekadar kehormatan. Pangkat adalah amanah rakyat Indonesia. Pangkat adalah kepercayaan rakyat Indonesia. Pangkat adalah harapan rakyat Indonesia," ujarnya.

Prabowo mengingatkan bahwa upacara ini bukan akhir, melainkan awal pengabdian. "Hari ini bukan sekadar upacara, hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah awal sebuah pengabdian kepada bangsa dan negara. Saudara-saudara telah bersumpah untuk bila perlu memberi jiwa dan ragamu untuk bangsa negara dan rakyat Indonesia," katanya. Ia menegaskan bahwa jiwa raga para perwira kini telah menjadi milik negara.

Ancaman Siber dan Infiltrasi Budaya

Presiden juga menyoroti perubahan dunia yang cepat dan beragam ancaman baru. "Saat ini dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Persaingan antarnegara semakin ketat," ujarnya. Ancaman tidak lagi hanya datang dari senjata, melainkan juga perang siber, narkotika, kejahatan lintas negara, dan infiltrasi budaya. Karena itu, Indonesia harus kuat dan mandiri, terutama dalam pangan, energi, teknologi, dan industri pertahanan.

Integritas dan Loyalitas

Prabowo meminta para perwira menjaga integritas dan tidak tergoda korupsi, narkoba, atau judi. "Integritas adalah kehormatan seorang perwira. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan, jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan. Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya," tegasnya. Ia menambahkan, "Sekali Saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula Saudara kehilangan kehormatanmu."

Ia juga mengingatkan agar tidak ada loyalitas korps yang sempit di TNI-Polri. "TNI dan Polri harus kuat, TNI dan Polri harus profesional, TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia. Jangan ada loyalitas korps yang sempit," ujarnya.

Jabatan Hanya Titipan

Di akhir amanatnya, Prabowo mengingatkan bahwa jabatan hanya titipan dan pangkat akan berlalu. "Yang dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara," katanya. Ia berpesan agar para perwira tidak mengecewakan harapan rakyat. "Hari ini rakyat Indonesia menitipkan masa depan bangsa di pundak Saudara-saudara. Jangan pernah kecewakan kepercayaan ini," ungkapnya. "Berjuanglah dengan keberanian, memimpinlah dengan keteladanan. Pemimpin memimpin dari depan, memimpin dengan contoh. Berbakti, mengabdi dengan tulus dan ikhlas."

Dalam upacara tersebut, empat lulusan terbaik dari masing-masing akademi menerima penghargaan Adhi Makayasa. Mereka adalah Calvin Tidar Sakti (Akmil), Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra (AAL), Yehezkiel Bonaventura Yudha Nyarman (AAU), dan Harindra Arsandho Tegarbaja (Akpol).

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags