Produsen otomotif asal Vietnam, VinFast, resmi meluncurkan tiga motor listrik di Indonesia: VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper. Untuk tahap awal, seluruh unit yang dijual masih berstatus impor utuh atau completely built-up (CBU) dari Vietnam.
Meski demikian, perusahaan telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kehadirannya di Tanah Air. VinFast memastikan akan memulai perakitan lokal pada tahun depan. Hal itu diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia E-Motorcycle, Yordan Satriadi.
“Tahun ini kita masih semuanya CBU. Tapi setelah itu kita akan CKD di Subang mulai 2027,” ujar Yordan di kawasan Jakarta Barat, Sabtu (18/7).
Ketiga motor listrik VinFast hadir dengan karakter berbeda, namun semuanya dibekali teknologi baterai modern untuk menunjang performa dan keamanan. Seluruh model menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang tersertifikasi IP67. Konsumen juga diberikan fleksibilitas untuk memilih penggunaan satu atau dua baterai sesuai kebutuhan.
VinFast menawarkan harga yang kompetitif di pasar Indonesia. Dengan skema berlangganan baterai, harga motor listriknya tergolong terjangkau. VinFast Evo dibanderol mulai Rp17,5 juta, VinFast Feliz II Rp18,5 juta, dan VinFast Viper Rp22 juta untuk wilayah OTR Jakarta.
VinFast Motor Menyasar Pasar Fleet
Tidak hanya menyasar konsumen individu, VinFast juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai sektor bisnis. Targetnya mencakup kendaraan operasional hingga layanan transportasi berbasis aplikasi.
“Kita terbuka buat semua. Jadi semuanya itu kita bisa serap, kita terbuka siapapun yang mau memiliki kendaraan kita buat armada perusahaan, buat ride hailing (aplikasi transportasi daring), kita bisa bekerja sama,” ujar Yordan.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, VinFast juga mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Salah satunya melalui jaringan penukaran baterai yang terus diperluas. Bersama mitranya, V-Green, VinFast telah mengoperasikan lebih dari 2.000 titik stasiun penukaran baterai yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
Dengan kombinasi produksi lokal, jaringan infrastruktur, dan pasar yang besar, VinFast optimistis dapat berkembang pesat di Indonesia. Potensi pasar roda dua nasional menjadi salah satu daya tarik utama.
“Di Indonesia ini pasarnya besar, per tahun itu lebih dari enam juta. Ini sesuatu yang sangat menarik buat bisnis roda dua di Indonesia,” tuntasnya.
Artikel Terkait
BGN Lanjutkan Pembayaran Motor Listrik Rp 243,9 M di 2026, Aset Belum Tercatat karena Proses Hukum
VF 3 Masih Jadi Tulang Punggung Penjualan VinFast di Indonesia
Harga Baterai VinFast VF MPV 7 di Indonesia Capai Rp 180 Juta, Biaya Ganti Rp 1 Juta