Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan agar penggunaan anggaran penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara cermat, terukur, dan sesuai kebutuhan di lapangan. Ia mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum penanganan karhutla untuk kepentingan lain.
Pesan itu disampaikan Raja Juli saat rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan di Kantor Kemenhut, Selasa (14/7/2026). Ia meminta seluruh kebutuhan penanganan karhutla dihitung secara detail agar anggaran yang dialokasikan benar-benar mendukung tugas petugas di lapangan.
“Hati-hati banget, jangan aji mumpung. Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan,” kata Menhut.
Selain menyoroti penggunaan anggaran, Raja Juli mengevaluasi standar kebutuhan personel dan peralatan tim Manggala Agni sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Menurutnya, perlu disusun standar kebutuhan minimum yang menjadi dasar dukungan operasional agar personel dapat bekerja secara optimal dan aman.
“Dibuat dari tapak apa yang kita sebut Minimum Essential Cost kalau di (Kementerian) Pertahanan itu kan. Minimum apa, supaya Manggala Agni ini sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa, fisik, dan dengan segera mungkin ada peralatan,” ujarnya.
Menhut turut mengevaluasi berbagai langkah pencegahan karhutla, mulai dari kebutuhan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di wilayah-wilayah rawan. Menurutnya, seluruh langkah pengendalian harus disusun berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan riil.
“OMC cuma dua kali awal Januari misalkan, bikin 5 bikin 7, berapa yang bener-bener (diperlukan),” kata dia.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap personel, peralatan, hingga kebutuhan operasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan karhutla secara berkelanjutan sehingga penanganannya dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Artikel Terkait
KPK Imbau Pejabat Tak Ragu Laporkan Gratifikasi, Bukan Otomatis Disita
Karhutla Kepung Kotawaringin Barat, 8 Hektare Lahan Hangus dalam Dua Hari
Menhut Buka Akses Perdagangan Karbon bagi Masyarakat Perhutanan Sosial dan Hutan Adat
KPK Sita SGD 12 Ribu dari Amplop yang Dikembalikan Menhut ke Bupati Kuansing