Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 181,6 Juta Orang pada Semester I-2026

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:40 WIB
Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 181,6 Juta Orang pada Semester I-2026

PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat lonjakan jumlah pengguna di wilayah Jabodetabek sepanjang semester pertama tahun 2026. Sebanyak 181.612.400 penumpang tercatat menggunakan layanan Commuter Line pada Januari hingga Juni 2026, meningkat 7,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 169.701.778 penumpang.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menyebut capaian ini menegaskan peran transportasi berbasis rel sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat. Menurutnya, tren positif ini didorong oleh konektivitas wilayah yang semakin baik, aktivitas ekonomi yang tumbuh, serta integrasi layanan transportasi publik yang kian matang.

“Sepanjang semester I-2026, KAI Commuter di Area Jabodetabek dan sekitarnya melayani lebih dari 181,6 juta pengguna. Angka ini menunjukkan Commuter Line semakin dipercaya masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi,” ujar Sidi dalam keterangan resmi, Sabtu (11/6/2026).

Jika dirinci, volume pengguna Commuter Line Jabodetabek mencapai lebih dari 178 juta penumpang pada semester I-2026, naik 6,95 persen dibandingkan 166,4 juta penumpang pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Commuter Line Merak mencatat kenaikan 9,4 persen dengan total 2,41 juta penumpang selama enam bulan pertama tahun ini.

Kinerja positif juga terlihat pada Commuter Line Basoetta yang melayani lebih dari 1,19 juta penumpang, meningkat 12,67 persen dibandingkan semester I-2025. Purnomo menilai pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta maupun melakukan perjalanan harian ke pusat kota.

“Dengan akses yang mudah dan terhubung ke pusat kota, layanan Commuter Line Basoetta ini juga kerap dipilih sebagai alternatif masyarakat untuk menuju pusat kota hingga perjalanan lanjutan dengan antar moda,” jelasnya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menambahkan, semester I-2026 juga diwarnai sejumlah pengembangan layanan. Perusahaan mulai mengoperasikan Stasiun Jatake di lintas Rangkasbitung dan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di lintas Tanjung Priok pada akhir Januari dan Juni 2026.

“KAI Commuter mengoperasikan Stasiun Jatake di lintas Rangkasbitung dan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di lintas Tanjung Priok pada akhir Januari dan Juni 2026. Layanan ini membuka akses masyarakat dari kawasan pemukiman dan pusat kegiatan masyarakat dalam menggunakan Commuter Line Jabodetabek,” ujar Karina.

Selain itu, layanan Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung-Merak turut menunjukkan kinerja positif. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, layanan tersebut melayani 26.074 pengguna. Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, total pengguna yang telah memanfaatkan layanan ini mencapai 30.189 orang, mayoritas dari kalangan petani dan pedagang.

Dari sisi transaksi pembayaran, Kartu Multi Trip (KMT) masih menjadi pilihan utama pengguna Commuter Line Jabodetabek. Sebanyak 46,30 persen dari seluruh transaksi atau lebih dari 82,42 juta transaksi menggunakan KMT. Posisi kedua ditempati kartu bank dengan pangsa 44,85 persen atau sekitar 79,83 juta transaksi. Sementara itu, pembayaran menggunakan kode QR dan Qristap mencatatkan 15,7 juta transaksi atau setara 8,82 persen dari total transaksi.

Karina menyampaikan apresiasi kepada para pengguna yang menjadikan Commuter Line sebagai pilihan utama transportasi publik. Ia juga berterima kasih atas dukungan pemerintah dan para pemangku kepentingan terhadap layanan KAI Commuter.

“Terima kasih kepada seluruh pengguna, pemerintah, dan seluruh stakeholders yang telah menjadikan kereta api sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari,” katanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags