Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai narasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, tidak semua dinamika di dunia maya mencerminkan kebenaran.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7). Ia menyoroti "penyakit" yang kini merebak di kalangan masyarakat, yaitu mudahnya mereka tertipu oleh konten media sosial.
Prabowo menjelaskan, banyak konten di media sosial yang tidak sepenuhnya asli, melainkan hasil rekayasa pihak-pihak tertentu yang memiliki modal besar.
"Ini bisa diperalat. Orang punya duit dia bisa main di sosmed. Jadi... cerita di sosmed belum tentu cerita yang sebenarnya," ujarnya.
Karena itu, Prabowo meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap paparan konten di media sosial. Ia juga mengajak publik untuk tetap percaya kepada pemimpin yang telah dipilih.
"Rakyat jangan tertipu, ya. Rakyat jangan tertipu. Percayalah kepada pemimpin yang telah kau pilih," kata Prabowo.
Imbauan tersebut disampaikan Prabowo di sela-sela pembahasan mengenai kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini mulai menunjukkan perbaikan. Ia mengaku bangga atas transformasi yang terjadi.
"Berapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Prabowo: Indonesia Kini Ekspor Pangan, Diminta Pasok Urea ke Australia dan Brasil
Prabowo Tegaskan Hukum Tak Pandang Bulu, Geram pada Koruptor tapi Tetap Prosedural
Prabowo Resmi Luncurkan B50, Indonesia Hentikan Impor Solar
Prabowo: Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Berhasil Terapkan B50