Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Hampir Penuh, Pemerintah Siapkan Ekspansi dan KEK Baru

- Jumat, 10 Juli 2026 | 15:18 WIB
Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Hampir Penuh, Pemerintah Siapkan Ekspansi dan KEK Baru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia nyaris penuh terisi dan akan segera diperluas. Tiga KEK yang masuk dalam daftar prioritas pengembangan adalah KEK Gresik di Jawa Timur, KEK Kendal di Jawa Tengah, dan KEK Galang Batang di Kepulauan Riau.

“Zona ekonomi khusus kita di Gresik sedang berkembang karena hampir 80 persen terisi, dan kemudian juga di Kendal, kita akan memperluas hingga 100 persen terisi, dan juga di Galang Batang, dekat Bintan, juga hampir 100 persen terisi,” jelas Airlangga dalam acara Kadin Economic Diplomatic Breakfast, Jumat (10/6).

Tak hanya memperluas KEK yang sudah ada, pemerintah juga berencana membuka KEK baru di Sumatera Utara, tepatnya di Sei Mangkei. Kawasan ini akan difokuskan untuk industri berbasis kelapa sawit dan telah menarik investasi dari Unilever Global. “Indonesia terbuka untuk bisnis, dan Indonesia akan membuka lebih banyak zona ekonomi khusus, termasuk di Sumatera Utara, di Sei Mangkei. Penyerapan untuk industri berbasis kelapa sawit,” ungkap Airlangga.

Langkah ini sejalan dengan deretan investasi jumbo yang telah diteken Indonesia bersama negara-negara maju. Jepang, misalnya, berkomitmen menanamkan modal USD 23,8 miliar untuk infrastruktur teknologi maju. China juga akan berinvestasi USD 10 miliar di sektor pengentasan kemiskinan, di samping berbagai kesepakatan perdagangan bilateral lainnya.

Berdasarkan survei Japan External Trade Organization (JETRO) terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia dan ASEAN, Airlangga menuturkan bahwa Indonesia dinilai sebagai salah satu negara dengan iklim bisnis paling stabil dan menguntungkan di kawasan. “Ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia, dan Indonesia berharap dapat bekerja sama karena tidak ada tantangan yang dapat kita tangani sendiri, termasuk mengelola rantai pasokan. Jadi, ke depannya, kita perlu memiliki mitra,” tuturnya.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, dari total 25 KEK di Indonesia, tiga di antaranya telah mengajukan ekspansi area. KEK Kendal meminta tambahan lahan seluas 1.000 hektare karena sudah terisi hampir 100 persen dan menampung 140 industri, meliputi elektronik, tekstil, perabotan, hingga katoda dan anoda. Sementara itu, KEK Gresik dan KEK Galang Batang masing-masing mengajukan perluasan hingga 2.700 hektare untuk proyek pemurnian atau smelter bauksit menjadi alumina.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags