Puluhan emak-emak memblokade Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Selasa (7/7). Mereka menuntut Pemerintah Kota Medan segera memperbaiki jalan yang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan sejak 2024.
Dalam video yang beredar, terlihat lubang-lubang besar dan dalam di badan jalan, bahkan sebagian ruas dipenuhi lumpur. Para ibu rumah tangga itu menggunakan kursi dan batang pohon pisang untuk menghalangi akses, serta memasang kertas bertuliskan protes.
Yanti (56), salah seorang peserta aksi, mengatakan warga sudah lama resah. Setiap hujan, air menggenangi jalan hingga masuk ke rumah-rumah. "Sampai sudah beberapa hari cuaca panas, airnya masih tergenang. Jadi kami ingin jalan ini cepat kering. Lubangnya masih banyak, orang juga sudah banyak yang jatuh," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/7).
Menurut Yanti, kerusakan dipicu oleh kendaraan berat yang melintas dan drainase tersumbat. "Yang rusak ini sejak banyak kontainer masuk. Ada gudang alat berat di situ. Sekarang drainasenya sudah diperbaiki dan airnya sudah mulai mengalir. Kami juga gotong royong bersama para kepala lingkungan," katanya.
Respons Lurah
Lurah Bantan, Syawal Nasution, mengatakan perbaikan Jalan Tirtosari telah dianggarkan sebesar Rp 600 juta melalui APBD. Jalan sepanjang sekitar 225 meter itu akan dibangun dengan konstruksi beton setebal 20 sentimeter. Saluran drainase yang tersumbat juga akan dibenahi.
"Jalan Tirtosari sudah dianggarkan Rp 600 juta. Anggaran itu sudah masuk dalam Musrenbang tahun ini dan rencananya dikerjakan tahun depan. Selain jalan, drainasenya juga harus diperbaiki. Mudah-mudahan Bapenda bersama SDABMBK bisa memprioritaskan pekerjaan ini," ujar Syawal.
Blokade Berlangsung Tiga Jam
Aksi blokade yang melibatkan sekitar 15 emak-emak itu berlangsung selama tiga jam. Syawal menilai aksi dipicu oleh menurunnya kepercayaan warga karena perbaikan tak kunjung terealisasi. Setelah aksi, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) mengirimkan enam truk berisi pasir dan tanah serta alat berat untuk meratakan timbunan.
"Rencananya setelah ini drainase akan langsung dinormalisasi. Saya baru empat bulan bertugas di sini dan memang masih banyak pekerjaan rumah terkait drainase. Itu yang akan kami kejar," kata Syawal.
Ia mengakui kondisi Jalan Tirtosari sebenarnya masih baik pada 2024. Namun, drainase yang tidak berfungsi membuat air menggenang dan mengikis aspal. "Kalau saya lihat dari Google Maps, pada 2024 jalannya masih bagus. Tapi karena air terus menggenang, aspalnya ikut tergerus. Jadi pekerjaan rumah terbesar kami memang memperbaiki drainasenya," ujarnya. Syawal pun mengaku pernah terjatuh ke parit akibat genangan yang menutupi jalan.
Artikel Terkait
Driver Ojol Tunarungu Tulang Punggung Keluarga, Motor Hilang Usai Kecelakaan
Imigrasi Medan Bekuk 39 Pelaku Love Scamming, Targetkan WN Jepang
Ojek Online Tunarungu Ditabrak Angkot, Motornya Digondol Pencuri Pura-Pura Menolong
APEKSI Rumuskan 10 Rekomendasi Strategis untuk Perkuat Ketangguhan Kota