Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan dua emiten baru pada hari ini, Rabu (8/7). PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi melantai melalui penawaran umum perdana (IPO), dan keduanya langsung mencatatkan kenaikan harga saham yang signifikan pada hari pertama perdagangan.
Saham BACH, perusahaan penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi, melesat 24,43 persen atau 108 poin ke level Rp 550 per saham. Emiten ini menawarkan 615 juta saham baru, setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran berkisar Rp 400 hingga Rp 500 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp 307,5 miliar.
Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, menyatakan komitmen perusahaan untuk mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta disiplin dalam menjalankan strategi bisnis. “Kami meyakini bahwa Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7).
Dana hasil IPO akan digunakan secara produktif untuk memperkuat pertumbuhan usaha. Sekitar 70 persen dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan. Sisanya, sekitar 30 persen, akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman bank sehingga memperkuat struktur permodalan dan menurunkan tingkat leverage perseroan.
EMMI Juga Melantai
Di hari yang sama, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), perusahaan penyedia solusi alat kesehatan terintegrasi, juga mencatatkan saham perdananya di BEI. Saham EMMI naik 11,7 persen atau 55 poin ke level Rp 525 per saham. Melalui IPO, perseroan menerbitkan 522,86 juta saham baru, mewakili sekitar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan harga penawaran berkisar Rp 446 hingga Rp 515 per saham.
Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja, mengatakan bahwa IPO memberi kesempatan bagi perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis, mendukung ekspansi usaha, memperkuat model kerja, dan meningkatkan kapasitas dalam melayani pelanggan dan mitra di sektor kesehatan. “Sebagai generasi penerus, nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri tersebut akan terus kami jaga dan lanjutkan, sehingga Perseroan dapat berkembang menjadi perusahaan publik yang profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia,” kata Florian.
Dana hasil IPO akan difokuskan pada tiga prioritas utama: penguatan struktur permodalan, pengembangan fasilitas produksi, dan penambahan modal kerja. Sebagian dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, sebagian untuk pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, dan sisanya untuk pembelian persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan.
Artikel Terkait
RANS Tutup Penawaran IPO Hari Ini, Pencatatan Saham Dijadwalkan 10 Juli
Dua Emiten Baru Mulai Melantai di BEI Hari Ini, JELI dan JECX Catatkan Saham
Dua Emiten Baru Melantai di BEI, Produsen Inaco dan RS Mata JEC
BEI Luncurkan Fitur Repo SBSN untuk Dongkrak Likuiditas Pasar Sekunder