Band legendaris asal Surabaya, Padi Reborn, mengakui bahwa masa vakum selama tujuh tahun membuat mereka kesulitan menjangkau pendengar dari generasi muda, khususnya Gen Z. Vokalis Andi Fadly Arifuddin atau Fadly menyebut bahwa ketidakhadiran mereka di panggung musik selama hampir satu dekade menjadi hambatan terbesar.
"Kesulitannya ya karena Padi pernah hilang 7 tahun. Artinya, ada 7 pensi yang hilang ya. Ya, itu menurut saya. Padi tidak terlalu banyak dikenal," kata Fadly saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Padi memutuskan vakum pada 2010 akibat kejenuhan dan konflik internal. Mereka baru kembali bersatu dengan nama Padi Reborn pada 2017. Selama masa itu, industri musik Indonesia berubah drastis dari era fisik ke digital. Fadly menambahkan, "Karena kami punya waktu kosong hampir 8 tahun tidak pernah muncul di permukaan, tidak pernah konser."
Meski demikian, Fadly tidak berkecil hati. Ia melihat gairah anak muda saat ini tidak jauh berbeda dengan dirinya saat memulai karier di akhir 1990-an. "Mereka Gen Z yang punya banyak mimpi, seperti saya waktu tamat SMA punya banyak mimpi juga," tuturnya.
Menjelang usia band yang hampir tiga dekade, Padi Reborn tetap optimis. Fadly percaya bahwa kualitas musik akan selalu menemukan pendengarnya sendiri. "Saya percaya bahwa karya itu tidak ada basinya. Lagu itu pasti akan masuk seperti memasuki hati orang-orang, merasakan kondisi pada saat seperti itu," pungkasnya.
Artikel Terkait
Phone Anxiety Gen Z: Ketika Komunikasi Dikerdilkan oleh Layar
Kafe sebagai Ruang Ketiga: Bagaimana Gen Z Mengubah Kedai Kopi menjadi Tempat Produktif