Jalan di Pulogadung Amblas Akibat Tanggul Kali Sunter Retak, Perbaikan Permanen Tahun Ini

- Rabu, 08 Juli 2026 | 09:50 WIB
Jalan di Pulogadung Amblas Akibat Tanggul Kali Sunter Retak, Perbaikan Permanen Tahun Ini

Jalan Beton Jalan Cinta, Pulogadung, Jakarta Timur, pecah dan terbelah akibat tanah amblas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan perbaikan permanen tahun ini.

"Kondisi ini memerlukan penanganan yang lebih komprehensif, sehingga saat ini sedang tahapan persiapan penanganan untuk perbaikan tanggul secara permanen yang akan dilaksanakan tahun ini oleh Dinas SDA Jakarta," kata Kepala Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ericson Indra Pulungan kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Ericson menyebut keretakan tanggul Kali Sunter menjadi penyebab amblasnya badan jalan. Dinas SDA DKI akan melakukan perbaikan berupa penguatan tanggul. Namun, karena pengelolaan Kali Sunter merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA DKI Jakarta akan melakukan perbaikan perkuatan tanggul dan berkoordinasi dengan Kementerian PU melalui BBWSCC yang memiliki kewenangan pengelolaan Kali Sunter," ujarnya.

Sebelumnya, warga mengeluhkan jalan amblas yang sudah rusak berbulan-bulan. "Awalnya amblas hanya sedikit, namun setiap hari terus bergeser dan semakin melebar. Jalan ini sudah rusak selama lima bulan, tetapi belum ada penanganan," kata Ketua RT 11 RW 03 Pulo Gadung, Warjono, Selasa (7/7).

Warga khawatir kerusakan yang semakin parah dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas hingga menelan korban jiwa. Warjono menyebutkan amblas yang awalnya hanya terjadi di sebagian titik kini telah meluas hingga hampir sepanjang 100 meter.

Demi menghindari risiko kecelakaan, warga bersama pengurus lingkungan menutup akses jalan tersebut untuk kendaraan roda empat. Saat ini, hanya sepeda motor yang masih diperbolehkan melintas dengan sistem bergantian karena lebar jalan yang tersisa hanya sekitar 1 meter. Jalan ini merupakan salah satu jalur alternatif yang setiap hari digunakan masyarakat sebagai akses utama menuju permukiman dan aktivitas ekonomi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags