Investasi asing langsung (FDI) global mencapai USD1,62 triliun atau sekitar Rp29.000 triliun pada 2025, mencatat pertumbuhan enam persen dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut dirilis dalam Laporan Investasi Dunia (WIR) 2026 oleh Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) di Jenewa.
Kenaikan ini melanjutkan tren pemulihan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, FDI global tercatat USD1,53 triliun, sementara pada 2023 hanya USD1,32 triliun. Namun, pemulihan tersebut tidak merata di seluruh kawasan.
Negara-negara maju menikmati lonjakan arus masuk FDI hingga 11 persen. Sebaliknya, negara-negara berkembang hanya mencatat pertumbuhan dua persen. "Angka-angka tersebut menunjukkan pemulihan yang tidak merata," demikian pernyataan UNCTAD dalam laporannya.
UNCTAD juga menyoroti kualitas investasi. "Masalahnya bukan hanya berapa banyak modal yang bergerak, tetapi ke mana modal itu pergi, apa yang dibangun, dan apakah modal itu memperluas kapasitas produktif, menciptakan lapangan kerja, memperkuat keterampilan, dan mendukung transfer teknologi," lanjut pernyataan tersebut.
Laporan WIR 2026 mencatat bahwa 20 negara penerima investasi terbesar di dunia menarik lebih dari 80 persen total FDI global pada 2025. Konsentrasi ini menegaskan kesenjangan antara negara maju dan berkembang dalam menarik modal asing.