Terobos Markas Polda Sumsel Sambil Bawa Bendera Tauhid, Pria 24 Tahun Ngaku Ingin Pinjam Helikopter ke Ethiopia

- Rabu, 08 Juli 2026 | 00:12 WIB
Terobos Markas Polda Sumsel Sambil Bawa Bendera Tauhid, Pria 24 Tahun Ngaku Ingin Pinjam Helikopter ke Ethiopia

Seorang pria berinisial DRH (24 tahun) nekat menerobos masuk Markas Polda Sumatera Selatan di Palembang pada Senin malam (6/7) sekitar pukul 20.15 WIB. Ia berlari dari pos penjagaan sambil membawa bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid dan berteriak takbir secara histeris.

Petugas jaga yang sigap langsung mengejar dan menangkap DRH sebelum aksinya menimbulkan gangguan keamanan di lingkungan markas kepolisian. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan barang bawaan berupa bendera tauhid, gunting, dan minuman.

Saat diinterogasi, DRH mengaku datang dengan tujuan meminjam helikopter untuk diantarkan ke Ethiopia. Ia mengatakan mendapat petunjuk melalui mimpi setelah rutin menjalankan salat istikharah dan tahajud selama sepekan terakhir. "Mau pinjam helikopter Pak, nganterin ke Ethiopia karena sudah bermimpi," ujarnya kepada petugas.

DRH menjelaskan, aksinya berawal dari rasa sakit hati terhadap seseorang bernama Musa yang diduga telah menghina almarhumah ibunya dengan ucapan tidak pantas. "Jadi karena sakit hati aku salat dan terbawa mimpi agar aku membuat orang itu (Musa) di Ethiopia," katanya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, membenarkan peristiwa tersebut. "Bahwa benar ada seorang pria berinisial DRH yang menerobos area yang dilarang dengan masuk tanpa izin," ujarnya, Selasa (7/7).

Nandang menegaskan, tindakan cepat petugas merupakan langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Polda Sumsel. Saat ini DRH masih menjalani pemeriksaan intensif. "Nanti akan dilakukan pemeriksaan psikologis dengan melibatkan dokter. Saat ini proses pemeriksaan masih terus berjalan," jelasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags