Prabowo Akui Demokrasi Tidak Mudah tapi Jadi Sistem Terbaik untuk Keadilan

- Rabu, 08 Juli 2026 | 00:06 WIB
Prabowo Akui Demokrasi Tidak Mudah tapi Jadi Sistem Terbaik untuk Keadilan

Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa demokrasi bukanlah sistem yang mudah dijalankan. Meskipun penuh tantangan, ia menilai sistem ini tetap menjadi pilihan terbaik untuk mewujudkan keadilan, harapan, dan inklusivitas. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya pada acara Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (7/7).

“Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas,” kata Prabowo.

Menurutnya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan demokrasi yang baik. Mulai dari ancaman hingga upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan sistem tersebut.

“Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi,” tutur Prabowo. “Tapi kita tidak bisa menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi. Ini adalah cara terbaik dari semua sistem yang telah kami coba, yang telah dicoba oleh peradaban manusia,” lanjutnya.

Di sisi lain, Prabowo mengapresiasi keberhasilan India sebagai negara demokrasi dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. India dinilai mampu menjaga stabilitas pemerintahan di tengah keberagaman etnis dan bahasa.

“Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda. Tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian. Dan di Uni India itu sendiri, ini adalah pencapaian yang luar biasa,” ucap dia. “Dan Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India,” lanjutnya.

Pencapaian India, menurut Prabowo, harus menjadi pelajaran bagi Indonesia dalam menerapkan demokrasi yang lebih baik. “Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags