Gelombang Panas dan Badai Petir Picu Pemadaman Listrik di Hampir Satu Juta Rumah di AS

- Selasa, 07 Juli 2026 | 12:42 WIB
Gelombang Panas dan Badai Petir Picu Pemadaman Listrik di Hampir Satu Juta Rumah di AS

Gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat pekan lalu memicu badai petir dan menyebabkan pemadaman listrik di hampir satu juta rumah di sejumlah wilayah. Hingga Senin waktu setempat, sekitar 370 ribu pelanggan masih belum mendapatkan aliran listrik akibat kerusakan jaringan.

Sebagian besar pemadaman terjadi setelah badai disertai angin kencang merobohkan pohon dan tiang listrik di beberapa negara bagian, termasuk Michigan, Pennsylvania, New York, Connecticut, dan New Jersey. Sebelum proses pemulihan dimulai, jumlah pelanggan yang kehilangan listrik sempat jauh lebih besar. Pada Minggu, hampir 779 ribu pelanggan mengalami pemadaman, dan jumlah itu bahkan mendekati 900 ribu ketika badai meluas ke wilayah timur AS.

Meski sebagian besar pasokan listrik telah dipulihkan, ratusan ribu pelanggan masih terdampak hingga awal pekan.

Jaringan Listrik Sudah Tertekan Sejak Gelombang Panas

Sebelum badai datang, operator jaringan listrik terbesar di AS, PJM Interconnection, telah mengaktifkan langkah darurat karena lonjakan penggunaan listrik akibat gelombang panas. PJM, yang memasok listrik bagi sekitar 67 juta penduduk di kawasan Mid-Atlantic dan Midwest, meminta pelanggan yang mengikuti program penghematan energi untuk mengurangi konsumsi listrik agar jaringan tetap stabil dan tidak terjadi pemadaman bergilir. Langkah tersebut berhasil menjaga beban puncak listrik tetap di bawah rekor meski suhu di sejumlah wilayah mencapai lebih dari 39 derajat Celsius selama libur Hari Kemerdekaan AS.

Korban Jiwa Masih Diselidiki

Di tengah cuaca ekstrem tersebut, sedikitnya 29 kematian di New Jersey masih diselidiki sebagai dugaan terkait gelombang panas. Para korban ditemukan di jalan maupun di rumah yang tidak memiliki pendingin udara. Sementara itu, di Michigan, dua anak berusia 8 dan 12 tahun meninggal dunia setelah diduga keracunan gas buang generator yang digunakan saat listrik padam akibat badai, menurut kepolisian setempat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.