Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meluncurkan guguran awan panas pada Sabtu (4/7) dini hari. Jarak luncur mencapai 1,7 kilometer ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Boyong dan Krasak.
Badan Geologi melaporkan bahwa guguran terjadi pada pukul 03.51 WIB dengan amplitudo maksimal 32,01 mm dan durasi 177,78 detik. Dalam video yang diunggah di Instagram resmi Badan Geologi, terlihat bantuan pijar dan batu panas kemerahan menyebar dari mulut kawah ke kaki gunung.
"Pukul 03:51 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m dengan amplitudo maksimal 32,01 mm durasi 177,78 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Boyong dan Krasak)," tulis akun Instagram Badan Geologi.
Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. "Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," ujar perwakilan Badan Geologi.
Saat ini, status Gunung Merapi berada di level III atau siaga. Pendakian ke gunung tersebut masih ditutup untuk umum.
Artikel Terkait
Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Radius Bahaya 3 Kilometer
Aktivitas Meningkat, Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Status Siaga
Sri Sultan Minta Wisatawan Tak Mendaki Gunung Merapi yang Masih Berstatus Siaga