Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Radius Bahaya 3 Kilometer

- Jumat, 03 Juli 2026 | 21:24 WIB
Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Radius Bahaya 3 Kilometer

Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga per Kamis, 2 Juli 2026. Keputusan ini diambil setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan sejak 16 Juni lalu.

Selama periode 16 Juni hingga 2 Juli, tercatat 740 kali gempa hembusan, 24 kali gempa harmonik, 247 kali gempa low frequency, 520 kali gempa hybrid/fase banyak, 16 kali gempa tremor menerus, 2 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 5 kali gempa tektonik jauh. Data tersebut disampaikan Badan Geologi melalui akun Instagram resmi @badan.geologi, Jumat (3/7).

Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada Kamis (2/7) pukul 14.05 WIB. Kolom abu teramati setinggi sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 20 detik.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB," demikian bunyi keterangan resmi Badan Geologi.

Seiring dengan penetapan status siaga, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya adalah larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat Gunung Krakatau. "Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau," ujar perwakilan Badan Geologi.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat. Badan Geologi mengimbau warga di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi, termasuk isu bahwa erupsi akan menyebabkan tsunami. "Masyarakat dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," tambahnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags