Wali Kota Pekanbaru Dorong Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

- Kamis, 02 Juli 2026 | 19:18 WIB
Wali Kota Pekanbaru Dorong Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mendorong kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berdampak positif pada peningkatan sumber daya manusia dan perputaran ekonomi daerah. Dukungan itu disampaikan dalam Forum Rakernas APEKSI ke-18 di Kota Medan, Kamis (2/7).

Agung merekomendasikan agar program strategis nasional tersebut tetap berjalan karena telah terbukti menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia mencontohkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pekanbaru naik lebih dari Rp400 miliar, yang sebagian didorong oleh berkurangnya pengangguran berkat program MBG.

"Melalui Rakernas APEKSI yang ke-18 ini kami dari Pekanbaru juga ingin menambahkan rekomendasi. Pekanbaru ini kan sering disebut pak Mendagri, kenaikan PAD nya lebih dari Rp 400 miliar. Tentu kami harus bertanggung jawab tentang itu. Kami merekomendasikan agar program nasional MBG ini harus dilanjutkan," kata Agung.

Ia menjelaskan, program MBG telah merekrut banyak tenaga kerja baru di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Ibu-ibu yang sebelumnya menganggur kini memiliki pekerjaan dan penghasilan, sehingga mampu berbelanja dan menggerakkan ekonomi.

"Salah satu peningkatan PAD karena salah satunya kurangnya pengangguran. Ibu-ibu itu dulu yang pengangguran, saat ini sudah bekerja, dan mereka bisa belanja dengan sendirinya karena sudah ada gajinya. Dan itu membuat perputaran ekonomi," terang Agung.

Pemko Pekanbaru berharap program nasional dari Presiden Prabowo Subianto ini dapat dilanjutkan, tidak hanya untuk pemenuhan gizi anak, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Pekanbaru.

Rakernas APEKSI ke-18 di Medan menjadi forum strategis bagi pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat sinergi dan membahas isu perkotaan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, transformasi digital, dan pelayanan publik.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags