Jokowi Siap Hadir ke Sidang dan Tunjukkan Ijazah di Depan Publik

- Kamis, 02 Juli 2026 | 16:00 WIB
Jokowi Siap Hadir ke Sidang dan Tunjukkan Ijazah di Depan Publik

Persidangan perdana kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang menyeret Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai korban akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026). Terdakwa dalam perkara ini adalah Tifauzia Tyassuma, yang akrab disapa dr Tifa, yang dituding menyebarkan tuduhan palsu terkait keabsahan ijazah sarjana Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengungkapkan bahwa kliennya telah menyatakan kesiapan untuk hadir langsung dalam persidangan berikutnya. "Kemarin per kemarin kami juga baru bertemu langsung dengan Pak Jokowi dan beliau menyatakan siap untuk hadir," ujar Yakup usai sidang.

Tak hanya sekadar hadir, Jokowi juga berencana membawa serta ijazah aslinya untuk diperlihatkan di ruang sidang. Langkah ini disebut Yakup sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum sekaligus menjawab keraguan publik yang selama ini dihembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. "Tentunya ini merupakan penghormatan beliau dapat menunjukkan ijazahnya di forum yang sangat terhormat dan valid ini," kata Yakup.

Yakup menjelaskan bahwa selama ini Jokowi kerap menjadi sasaran narasi negatif yang menyerang kredibilitasnya. Melalui persidangan ini, ia ingin meluruskan semuanya secara tuntas. "Sekarang kami mendapatkan kesempatan untuk menghadirkan ijazahnya di forum yang terhormat ini. Pak Jokowi sangat menghormati itu dan sangat menunggu waktu itu nanti," ungkap dia.

Ijazah S1 Jokowi sendiri saat ini telah disita oleh pihak berwenang. Yakup menyerahkan sepenuhnya kepada jaksa penuntut umum untuk menghadirkan dokumen tersebut dan memanggil Jokowi sebagai saksi. "Ijazah yang sudah disita itu kan SMA dan UGM. Nanti tentu penuntut umum juga akan menghadirkan itu dan Pak Jokowi akan memperlihatkannya. Lebih dari itu, ijazah SD dan SMP-nya pun berencana akan dibawa agar tidak ada lagi yang mempermasalahkan," jelas Yakup.

Dengan langkah ini, Jokowi berharap polemik soal keabsahan ijazahnya bisa selesai untuk selamanya. "Takutnya diperlihatkan UGM nanti ada orang yang tidak suka mencoba mendiskreditkan lagi, ijazah SD pun nanti dipermasalahkan. Jadi Pak Jokowi agar permasalahannya tuntas once and for all," pungkas Yakup.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags