Pakar hukum tata negara Mahfud MD meminta latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dihentikan sementara. Permintaan itu disampaikan setelah latihan tersebut menewaskan lima orang peserta.
"Pertama, menurut saya itu dihentikan dulu, atau acaranya dimodifikasi dengan cara militer karena acara militer itu hanya dipercayakan orang kalau ada perang, namanya wajib militer," kata Mahfud dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube, Selasa (30/6/2026).
Mahfud menjelaskan, dalam Undang-Undang Dasar memang dikenal istilah bela negara, wajib militer, dan komcad. Namun, ia mengingatkan bahwa wajib militer pada akhirnya disiapkan untuk menjadi seorang militer yang berperang di medan perang.
Ia menyoroti pernyataan dari Istana yang menyebut kegiatan itu harus diteruskan karena sudah berjalan dan kontrak telah diteken, bahkan disebutkan biaya per orang tidak sedikit. Ada pula yang menyebut kegiatan akan disesuaikan menjadi kegiatan bela negara. Padahal, menurut Mahfud, bela negara bersifat psikologis, bukan tindakan militer. "Itu namanya bela negara, Anda sebagai ekonom membela negara itu bagaimana membuat perekonomian baik. Anda sebagai manajer koperasi bagaimana menjadi manajer yang baik, tidak harus jadi militer. Maknanya luas itu bela negara," ujarnya.
Mahfud mengingatkan, jangan sampai kegiatan itu diteruskan hanya karena biaya yang sudah dikeluarkan besar. Sementara, sudah ada lima nyawa melayang. Kegiatan seharusnya dihentikan dan diusut tuntas. Ia menilai kematian lima peserta tidak boleh hanya dievaluasi, tetapi harus ada tindakan hukum.
Menurut Mahfud, bela negara bisa dimaknai luas, termasuk kecintaan pada demokrasi, keadilan, dan keselamatan alam. Ia juga merujuk pada Pasal 1338 KUH Perdata tentang pacta sunt servanda, tetapi menekankan bahwa dalam kondisi seperti ini, lebih baik proyek ditunda dan pihak ketiga diberi ganti rugi.
"Saya sudah menyiapkan acara sampai sekian, itu pacta sunt servanda kalau hukum perdata," katanya.
Mahfud menambahkan, untuk menghasilkan orang berkarakter dan berintegritas tidak harus melalui latihan militer. Payung bela negara bisa dilakukan melalui bidang hukum, lingkungan hidup, ekonomi, dan lain-lain. Untuk calon manajer, yang diperlukan adalah kemampuan manajerial, bukan mempertaruhkan nyawa.
"Itu kan bukan intinya kalau dicari-cari, orang bukan bela negara, itu orang cari kerja. Apalagi, perjanjiannya kamu kalau ditempatkan tidak boleh menolak ditempatkan di manapun di seluruh Indonesia, itu kan orang-orang mencari kerja, bukan karena bela negara, bela dirinya sendiri," ujar Mahfud.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Polri Harus Berubah atau Berantakan
Mahfud MD: Keyakinan Hakim Bisa Dibeli, Harap Banding Buka Kebenaran
Mahfud MD Sebut Vonis Nadiem Makarim Janggal, Soroti Kejanggalan Hukum
Viral Calon Manajer Koperasi Desa Shalat Berjamaah Berseragam Militer, Netizen Kritik