Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan tetap mengawal pelayanan bagi sekitar lima persen jamaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah. Meski sebagian besar jamaah telah kembali ke Tanah Air, komitmen pelayanan terus dijalankan hingga jamaah terakhir tiba dengan selamat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan seluruh layanan di Madinah masih berjalan penuh, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, hingga bimbingan ibadah. "Fokus kami saat ini adalah memastikan jemaah yang masih berada di Madinah dapat menuntaskan rangkaian ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk sebelum kembali ke Tanah Air. Komitmen pelayanan Kemenhaj tidak berkurang meskipun operasional haji telah memasuki fase akhir," ujar Maria dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan, petugas Daerah Kerja Madinah telah menuntaskan fasilitasi penerbitan Tasreh Raudhah bagi seluruh jamaah yang berhak. Hingga hari ini, sebanyak 165.486 Tasreh Raudhah berhasil diterbitkan, terdiri atas 54.506 tasreh untuk jamaah gelombang pertama dan 110.980 tasreh untuk jamaah gelombang kedua. Menurut Maria, layanan tersebut menjadi salah satu upaya Kemenhaj agar jamaah dapat melaksanakan ibadah di Raudhah secara tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan otoritas Arab Saudi.
Sementara itu, proses pemulangan jamaah terus berlangsung. Hingga hari ke-71, sebanyak 509 kelompok terbang telah diberangkatkan menuju Indonesia, terdiri atas 267 kloter melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dan 242 kloter melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. Sebanyak 194.319 jamaah dan 2.011 petugas telah kembali ke Tanah Air.
Di Indonesia, sebagian proses pemulangan masih berjalan. Debarkasi Banten, Medan, Lombok, Padang, Palembang, dan Aceh telah menyelesaikan seluruh pemulangan jamaah. Sementara Debarkasi Balikpapan, Batam, Banjarmasin, Jakarta Pondok Gede, Bekasi, Kertajati, Solo, Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta masih melayani kepulangan jemaah hingga 1 Juli 2026.
Maria mengajak seluruh jamaah yang telah kembali ke Tanah Air untuk terus menjaga kesehatan selama masa pemulihan serta mempertahankan nilai-nilai kemabruran dalam kehidupan sehari-hari. "Kami berharap kemabruran haji tidak berhenti sebagai capaian pribadi, tetapi menjadi kekuatan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas. Mari bersama-sama mewujudkan Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban, sehingga nilai-nilai haji dapat terus hidup dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat," tutur Maria.
Artikel Terkait
Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Lokasi Berbeda dari Tahun Sebelumnya
PTBA Merger Dua Anak Usaha demi Efisiensi Sesuai Arahan Danantara
Kejagung Pelajari Rekomendasi Hakim untuk Terapkan TPPU pada Kasus Nadiem Makarim
Prabowo Hadiri HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Terima Penghargaan Tertinggi dari Polri