Tere Liye: Saya Tak Akan Dukung Siapa Pun dalam Kasus Korupsi

- Selasa, 30 Juni 2026 | 15:40 WIB
Tere Liye: Saya Tak Akan Dukung Siapa Pun dalam Kasus Korupsi

Penulis novel Tere Liye menegaskan dirinya tidak akan mendukung siapa pun yang terlibat dalam kasus korupsi. Ia menyebut tindakan korupsi dengan uang triliunan rupiah tidak bisa dibiarkan begitu saja.

"Kalian keliru fatal jika berharap saya akan mendukung siapapun dalam kasus korupsi. Big no. Banget. Mereka bukan siapa-siapa saya ini. Kalau itu teman, tetangga, keluarga, masih masuk akal didukung," ujarnya dalam pernyataan yang diterima, Selasa.

Menurut Tere Liye, uang triliunan yang digelontorkan untuk membeli barang-barang yang tidak bermanfaat harus dipertanggungjawabkan. Ia menekankan bahwa para pejabat yang memutuskan menjadi pejabat sudah tahu realitas negeri ini.

"Itu DUIT TRILIUNAN digelontorkan membeli barang-barang, itu tuh duit semua, bukan daun. Dan saat barang yang dibeli tidak bermanfaat, seseorang harus bertanggung-jawab. Kan mereka sendiri toh yang mau jadi pejabat? Sudah nyaman di posisi masing-masing, sudah tahu realitas negeri ini, eeh gatel jadi pejabat," tegasnya.

Tere Liye mengaku senang dengan keputusan hukum yang diambil dalam kasus tertentu. Ia berharap kasus ini bisa menjadi yurisprudensi bagi kasus-kasus serupa di masa depan.

"Sejujurnya, saya happy sekali dengan keputusan ini. Karena ini akan jadi Yurisprudensi indah. Jika chrome ini terbukti merugikan negara, hanya soal waktu ada Presiden di negeri ini yang masuk penjara. Whoosh, IKN, MBG, KDMP, Kertajati, dkk dsbgnya, wuiiih, gampang banget nyari pasal merugikan negaranya," ujarnya.

Ia juga menyebut akan menarik menyaksikan proses hukum ke depan, terutama saat rezim berganti. "Ditunggu saja. Saat rezim berganti, kekuasaan berubah. Seru sekali nonton gelar tiker menyaksikannya. Semoga kita masih sempat nonton. Karena kalau Indonesia terlanjur bubar duluan, nggak jadi deh," pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags