Dito Ariotedjo Diperiksa KPK soal Dua Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji

- Selasa, 30 Juni 2026 | 15:35 WIB
Dito Ariotedjo Diperiksa KPK soal Dua Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024. Kali ini, Dito dimintai keterangan terkait dua tersangka baru dari pihak swasta.

"Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru. Kan kemarin saya pertama ke sini untuk sprindik yang tersangka pertama Gus Yaqut sama Gus Alex. Ini yang kedua swasta. Ya keterangan tambah-tambah informasi," kata Dito di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Dito tiba di KPK pukul 10.00 WIB dan turun dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.08 WIB. Ia mengaku materi pemeriksaan kali ini tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya pada 23 Januari lalu. Penyidik masih mendalami alur pemberian kuota haji tambahan dari pemerintah Arab Saudi ke Indonesia.

"Lebih karena waktu itu kan saya ada dalam lokasi di Arab Saudi pas pertemuan dengan MBS. Kan kebetulan mertua juga terkait dengan asosiasi. Jadi lebih digali ke situ," ujar Dito.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, KPK menyatakan kesaksian Dito telah memperkuat bukti yang dikantongi penyidik. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan Dito ikut dalam rombongan pemerintah Indonesia ke Arab Saudi saat pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Dito menerangkan asal-usul penambahan 20 ribu kuota haji yang diterima Indonesia setelah Presiden ke-7 Joko Widodo bertemu dengan pemerintah Arab Saudi pada 2022.

"Nah, keterangan dari Pak Dito ini tentu kemudian membantu penyidik KPK untuk melengkapi bukti-bukti yang sudah didapatkan sebelumnya. Tentu rangkaian penyidikan perkara ini belum selesai hari ini," jelas Budi.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka, yaitu eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, eks stafsus Yaqut Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham, dan Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags