Akun media sosial X, Independen Sumatra, menyoroti kondisi pendidikan di Aceh Tengah yang masih memprihatinkan. Dalam unggahan pada 29 Juni 2026, akun tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari tujuh bulan pascabencana, siswa di Kampung Penarun, Kecamatan Linge, masih menjalani kegiatan belajar mengajar di bawah tenda darurat. Kondisi semakin memburuk setelah tenda yang digunakan sebagai ruang belajar roboh diterjang hujan deras dan angin kencang.
"7 bulan lebih telah berlalu para siswa masih banyak yang belajar di bawah tenda, dan kini tenda tempat mereka belajar rubuh akibat hujan deras dan angin kencang," tulis Independen Sumatra dalam unggahannya. Akun tersebut juga menyertakan dokumentasi yang memperlihatkan tenda yang ambruk, memicu perhatian warganet terhadap nasib para pelajar di wilayah tersebut.
"Diam dianggap pulih," tulis Independen Sumatra mengawali unggahannya, disertai narasi bahwa Aceh semakin ditinggalkan oleh negara.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan permanen di Kampung Penarun atau langkah penanganan pascarobohnya tenda belajar. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang.
Artikel Terkait
Foodbank Bandung Menyelamatkan Makanan Surplus dari Hotel untuk Warga yang Membutuhkan
Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti Dramatis
Kemenkumham Minta Tambahan Anggaran Rp1,6 Triliun untuk Bangun Penjara Baru
Ferrari Luce Ludes Terjual di China, Harga Lebih Murah 7 Persen dari Eropa