Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, berjanji mengawal penuh proses hukum atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. Janji itu disampaikan saat bertakziah ke rumah duka di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Jumat (14/2). Di hadapan keluarga korban, Melki menegaskan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat, termasuk tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara yang diduga mengintimidasi almarhumah.
Ayah dr. Icha, Gabriel Pakaenoni, tak kuasa menahan tangis saat memeluk gubernur. Dengan suara bergetar, ia memohon keadilan. “Bapak Gubernur, saya minta penegakan keadilan, kebenaran, perlindungan keamanan dan kenyamanan bukan hanya untuk anak saya, tetapi untuk seluruh tenaga kesehatan,” ujarnya. “Terlalu kejam dan sadis membunuh dan mengambil hidup anak saya. Anak kami ingin mengabdi untuk daerah ini, tetapi hidupnya berakhir seperti ini. Tolong kami, Bapak.”
Kesedihan juga meliputi ibunda dr. Icha yang tak sanggup membendung air mata. “Bapak Gubernur, lihat anak ini. Terlalu cantik, Bapak. Hidupnya untuk TTU, tetapi dia juga mati untuk TTU,” katanya. Adik almarhumah pun menyampaikan keinginannya menjadi dokter seperti kakaknya. “Bapak Gubernur, beta juga mau jadi dokter seperti kakak. Tolong bantu beta,” ujarnya.
Gubernur Pastikan Proses Hukum Jalan
Melki mengungkapkan bahwa dugaan intimidasi terhadap dr. Icha telah diketahui sejak awal. Ia menerima laporan dari dokter spesialis toksikologi yang mendampingi dr. Icha saat menangani pasien. “Saya sejak awal sudah dikontak oleh dokter ahli urologi yang melaporkan kepada saya bahwa dokter Icha mengalami intimidasi di TTU. Karena itu saya langsung meminta Bupati TTU dan Ketua DPRD TTU memberi perhatian khusus terhadap persoalan ini,” ungkapnya.
Ia sempat meminta agar persoalan diselesaikan melalui dialog. Namun, sebelum sempat ditindaklanjuti, kabar duka datang. “Saya sempat meminta teman-teman yang bermasalah dengan dokter Icha agar segera menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, bertemu dan berdialog. Tetapi kemudian saya mendapat kabar dokter Icha meninggal dunia. Ini tentu sangat memukul kita semua,” katanya.
Melki menegaskan proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. “Kita proses semuanya tanpa kecuali. Saya sudah melihat pernyataan Kapolres TTU dan kita akan mengawal agar proses hukum berjalan dengan baik sampai terang benderang siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini,” tegasnya. Surat wasiat yang ditinggalkan dr. Icha, yang kini berada di tangan penyidik, akan menjadi bagian penting dalam penyelidikan.
Menurut Melki, aparat penegak hukum juga perlu mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang menjadi rangkaian penyebab hingga kasus tersebut berujung tragis. “Kita biarkan proses hukum berjalan sambil kita kawal. Kita juga akan melihat apakah ada faktor-faktor lain yang menjadi akumulasi sehingga semuanya bisa diproses secara menyeluruh oleh kepolisian,” ujarnya.
Tegaskan Perlindungan Nakes
Dalam kesempatan itu, Melki mengingatkan bahwa Undang-Undang Kesehatan memberikan perlindungan hukum kepada seluruh tenaga medis yang bekerja sesuai standar profesi. “Tenaga medis, tenaga kesehatan dan dokter yang bekerja sesuai prosedur tidak boleh mengalami intimidasi, apalagi kekerasan, baik fisik maupun verbal. Siapa pun pelakunya, setinggi apa pun jabatannya, tetap bisa dipidana,” tegasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dr. Icha telah menjalankan seluruh prosedur medis sesuai ketentuan, termasuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi dalam menangani pasien. Sebagai bentuk komitmen, Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU, DPRD TTU, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, serta psikolog untuk memberikan pendampingan kepada tenaga kesehatan. “Kita ingin memastikan seluruh dokter, tenaga kesehatan, perawat dan bidan di NTT tetap bekerja dengan tenang setelah kasus dokter Icha ini. Pemerintah akan hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi mereka,” tutupnya.
Artikel Terkait
Gubernur NTT Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kematian Dokter Icha
Dokter di NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri, Keluarga Duga Depresi Akibat Intimidasi Anggota DPRD
Sahabat Kenang Dokter Icha: Rajin, Ramah, dan Dekat dengan Pasien
Kemenkes Usut Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha yang Ditemukan Tewas