Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan mencairkan dana likuid PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) senilai sekitar Rp159 miliar untuk membayar pesangon bagi sekitar 2.500 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kepastian itu disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Menurut Said, dana tersebut akan dicairkan setelah persyaratan administrasi perusahaan dipenuhi. "Ada uang PT Pakerin yang ditaruh di Bank Prima, yang Bank Prima dilikuidasi oleh OJK dan sekarang dikuasai oleh LPS, bisa dipastikan ada sekitar Rp159 miliar dana likuid milik PT Pakerin akan dikeluarkan oleh LPS dengan persyaratan ditandatangani oleh dua di antara tiga orang direksi PT Pakerin, dan ini dalam proses," ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Seluruh dana itu akan digunakan untuk membayar pesangon para pekerja terdampak PHK. Said menegaskan langkah ini merupakan bagian dari mitigasi agar hak-hak pekerja tetap terpenuhi meski PHK tidak terhindarkan.
Setelah pembayaran pesangon, PT Pakerin masih memiliki sisa dana sekitar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar di LPS. Said mengungkapkan dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali operasional perusahaan. "Setelah saya bertemu dengan manajemennya, siap melanjutkan operasional perusahaan karena masih ada sisa uangnya di LPS setelah dikurangi pembayaran pesangonnya karyawan, itu uang PT Pakerin masih Rp500 miliar sampai Rp600 miliar, dan itu bisa digunakan untuk operasional, ya, operasional kembali PT Pakerin," sebutnya.
Pemerintah juga disebut akan memberikan jaminan kepada manajemen PT Pakerin untuk memperoleh pinjaman dari perbankan sebelum dana hasil likuidasi dapat dicairkan sepenuhnya. "Pemerintah berjanji sebelum uang tersebut cair dari LPS, karena membutuhkan waktu kan likuidasi itu sekitar setahun uang tersebut bisa cair, akan memberikan jaminan kepada manajemen PT Pakerin bisa meminjam di bank, dengan jaminan uang hasil likuidasi tadi," kata Said.
Artikel Terkait
KPK Raup Rp39,8 Miliar dari Lelang Barang Rampasan Juni 2026
Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer
Google Batasi Akses Meta ke AI Gemini karena Permintaan Komputasi Melonjak
Ribuan Burung Camar Jambul Kecil Bersarang di Pulau Kubbar, Kuwait