Gempa Dahsyat Magnitudo 7,5 Guncang Venezuela, 920 Orang Tewas

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:15 WIB
Gempa Dahsyat Magnitudo 7,5 Guncang Venezuela, 920 Orang Tewas

Lebih dari 900 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela. Pemerintah setempat mengonfirmasi angka tersebut, sementara tim penyelamat masih berupaya mencari korban selamat di tengah puing-puing bangunan yang runtuh.

Dua gempa besar mengguncang negara itu dalam hitungan detik pada hari Rabu. Gempa kedua tercatat sebagai salah satu yang terkuat dalam satu abad terakhir di Venezuela, dengan magnitudo 7,5. Dampak paling parah melanda bagian utara, termasuk ibu kota Caracas, di mana puluhan bangunan hancur dan fasilitas medis darurat kini menampung para korban luka.

Seorang pejabat senior pemerintah menyebutkan bahwa ratusan petugas penyelamat internasional telah tiba di Venezuela, dan lebih banyak lagi akan menyusul. Namun, banyak orang masih dinyatakan hilang, dan jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah seiring berlanjutnya proses pencarian.

Wilayah La Guaira, yang terletak di utara Caracas, menjadi daerah yang paling terdampak. Daerah ini merupakan lokasi salah satu dari dua pelabuhan utama negara serta Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía, bandara utama Venezuela.

Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, dalam siaran televisi pemerintah pada hari Jumat, mengumumkan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 920 orang. Setidaknya 172 orang masih diyakini terperangkap di bawah reruntuhan. Di La Guaira saja, sebanyak 243 orang telah berhasil diselamatkan.

Di tengah duka dan kecemasan, seorang ibu bernama Natacha Diaz menceritakan nasib kedua putrinya kepada BBC. Kedua anaknya, berusia 22 dan 23 tahun, bekerja sebagai ahli manikur di sebuah pusat perbelanjaan yang runtuh. Mereka kini terperangkap di bawah reruntuhan bersama teman-teman mereka. "Saya hanya ingin mereka ditemukan. Saya percaya dan berharap mereka ada di sana. Saya hanya ingin mereka kembali bersama saya. Mereka adalah satu-satunya yang saya miliki, tolong," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags