Trump Kecam Serangan Drone Iran ke Kapal Kargo di Selat Hormuz sebagai Pelanggaran Gencatan Senjata

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:20 WIB
Trump Kecam Serangan Drone Iran ke Kapal Kargo di Selat Hormuz sebagai Pelanggaran Gencatan Senjata

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengecam serangan drone yang dilancarkan Iran terhadap sebuah kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz. Dalam pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Sabtu (27/6/2026), Trump menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati.

"Salah satu drone menghantam telak dek atas sebuah kapal kargo besar yang sangat mahal, sementara tiga drone lainnya ditembak jatuh," kata Trump, sebagaimana dilansir AFP.

Pernyataan itu merujuk pada insiden terbaru di jalur perairan strategis tersebut. Trump dengan tegas menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang ada. "Jelas sekali, ini adalah pelanggaran bodoh terhadap Perjanjian Gencatan Senjata kita," ucapnya.

Sebelumnya, sebuah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz pada Kamis (25/6) waktu setempat. Serangan ini memaksa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangguhkan sementara upaya evakuasi para awak kapal yang terjebak di jalur perairan tersebut selama konflik Timur Tengah masih berlangsung.

Media-media terkemuka Amerika Serikat, termasuk New York Times (NYT), melaporkan bahwa Iran telah menyerang sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz. Laporan itu dikutip oleh Reuters dan AFP pada Jumat (26/6). Hingga saat ini, Teheran belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, badan Iran yang mengatur lalu lintas di jalur perairan itu telah merilis peringatan setelah insiden terjadi.

Empat sumber yang dikutip Reuters mengidentifikasi kapal yang diserang sebagai Ever Lovely, sebuah kapal berbendera Singapura. Sumber keamanan menyebut kapal tersebut kemungkinan menjadi sasaran serangan drone.

"Setiap perlintasan melalui rute di luar kerangka kerja yang ditetapkan oleh PGSA tidak akan tercakup dalam jaminan perlintasan yang aman," demikian pernyataan Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA), badan Iran yang mengatur perlintasan di Selat Hormuz, melalui media sosial X.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags