Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Angkatan Laut AS kini memegang kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang selama ini menjadi titik perselisihan dengan Iran. Trump juga mengklaim bahwa pasukannya telah menyisir seluruh perairan tersebut untuk membersihkan ranjau-ranjau yang ditaburkan Teheran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (10/8) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz saat ini sudah terbuka. "Sekarang sudah terbuka," ujarnya, merujuk pada selat yang menjadi jalur vital bagi pengiriman minyak dunia.
"Dengar, satu-satunya pihak yang memegang kendali atas Selat Hormuz saat ini adalah Angkatan Laut Amerika Serikat," kata Trump, seperti dilansir Business Standard dan Reuters pada Selasa (11/8/2026).
Trump menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan blokade yang sangat ketat di kawasan tersebut. "Kami menerapkan blokade yang sangat tangguh. Blokade ini bagaikan dinding baja," katanya, seraya menekankan bahwa blokade itu hanya menyasar kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran.
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa pasukan Angkatan Laut AS telah menyisir ranjau-ranjau Iran di seluruh Selat Hormuz. Menurutnya, upaya Teheran untuk menebar ranjau tidak mempengaruhi kendali yang dipegang Washington atas perairan tersebut.
"(Selat Hormuz) Kini terbuka untuk pihak lainnya. Situasinya agak rumit karena mereka akan, sesekali, menjatuhkan ranjau, dan kami akan menemukannya," ucapnya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS, Sebut sebagai Terorisme Ekonomi dan Pengalihan Isu