Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan sepuluh ruas jalan tol baru dapat difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik libur Natal 2026 serta Tahun Baru 2027. Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan optimisme bahwa infrastruktur ini akan mengurangi kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Dody dalam keterangan resminya, Rabu (24/6/2026).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati merinci, total panjang kesepuluh ruas tersebut mencapai 201,12 kilometer. Salah satu yang disiapkan adalah Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, yakni segmen Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 24,67 kilometer. Ruas ini akan dibuka dengan dua jalur dua arah dan dapat dilalui semua golongan kendaraan.
Selain itu, Tol Palembang–Betung Seksi 1 hingga 4 (Kramasan–Pulo Rimo) sepanjang 54,50 kilometer serta Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 3b (Paiton–Besuki) sepanjang 25,60 kilometer juga masuk dalam daftar. Kedua ruas ini akan beroperasi dengan skema dua jalur dua arah, namun hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I non-bus.
Target fungsional lainnya mencakup Tol Serang–Panimbang Seksi 2 (Rangkasbitung–Cileles) sepanjang 24,17 kilometer. Berbeda dengan ruas lainnya, segmen ini hanya akan dibuka satu jalur satu arah melalui Jalur A. Sementara itu, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Seksi 6 (Kutanegara–Sadang) dan Tol Akses Patimban sepanjang 19,39 kilometer direncanakan beroperasi dengan empat lajur dua arah.
Sejumlah ruas lain yang juga ditargetkan rampung adalah Tol Semarang–Demak Seksi 1A dan 1C sepanjang 3,66 kilometer, Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Paket 1.2B, 2.1A, dan 2.2B sepanjang 18,36 kilometer, serta Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 1 dan 6 sepanjang 15,10 kilometer. Terakhir, segmen Akses Tol Bandara pada ruas Kediri–Tulungagung sepanjang 7,17 kilometer ditargetkan selesai untuk menghubungkan Kota Kediri langsung dengan Bandara Internasional Dhoho.
Untuk memastikan seluruh target tercapai, BPJT akan memperketat pengawasan progres konstruksi di lapangan. Ni Komang menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal penyelesaian proyek.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan terhadap penyelesaian konstruksi sehingga ruas-ruas tersebut dapat difungsionalkan untuk mendukung pergerakan masyarakat pada periode Nataru nanti,” kata Ni Komang.
Artikel Terkait
Kemensos dan Platform Penjaga Harapan Garap Film Pendek Sekolah Rakyat untuk Gaet Empati Publik
100 Ribu Petani dan Nelayan dari Seluruh Indonesia Padati Gorontalo Sambut Presiden Prabowo di Puncak PENAS XVII
Ronaldo Cetak Gol di Enam Edisi Piala Dunia, Ukir Tiga Rekor Sekaligus
Pertamina Berlakukan Harga Baru BBM Nonsubsidi per Hari Ini, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter